Semangat Gotong Royong Desa Sumberrejo dalam Batu Art Flower Carnival 2025
Batu | Serulingmedia.com – Batu Art Flower Carnival (BAFC) 2025 kembali menjadi panggung kreativitas dan nilai kebersamaan masyarakat Batu.
Dalam perhelatan yang digelar meriah pada Minggu (26/10/2025) ini, Desa Sumberrejo Kecamatan Batu tampil penuh pesan moral melalui tema “Gotongroyong.”
Kepala Desa Sumberrejo, Riyanto, menjelaskan bahwa partisipasi desanya tidak sekadar ajang pawai seni, melainkan penyampaian narasi kehidupan nyata warganya.

Tema tersebut divisualisasikan melalui rumah gubuk yang diusung di atas mobil hias—melambangkan titik awal perjuangan dan transformasi sosial masyarakat dalam membangun kehidupan yang lebih layak.
“Kami menekankan bagaimana warga kami mewujudkan kegiatan gotong royong dalam program bedah rumah yang menjadi andalan dalam mengentas kemiskinan,” tutur Riyanto, yang berjalan kaki mendampingi rombongan bersama sang istri, memberi teladan kedekatan pemimpin dengan rakyatnya.
Visual naratif parade ini semakin hidup dengan penambahan elemen kehidupan desa. Di dalam rumah gubuk yang berada di atas mobil hias, tampak beberapa warga perempuan tengah sibuk memasak, menggambarkan suasana dapur umum yang menjadi bagian tak terpisahkan saat warga turun tangan dalam kegiatan bedah rumah.

Asap replika dari tungku dapur seolah menghadirkan kehangatan solidaritas yang tumbuh dari rasa saling membantu.
Tak jauh di belakang, kelompok warga laki-laki berjalan kaki mengiringi mobil hias dengan penuh semangat. Mereka mengenakan pakaian adat khas desa sambil membawa alat kerja seperti cangkul, palu, linggis, dan gergaji.
Penampilan ini menyiratkan kesiapan mereka untuk turun langsung dalam aksi membangun kembali rumah warga yang kurang mampu.
“Kalau ada warga yang kesulitan, kami nggak bisa diam. Kalau rumahnya mau roboh, ya kami bantu bangun bareng-bareng,” ungkap Sugianto, salah satu warga peserta parade yang turut membawa palu kayu.

Parade semakin menarik dengan iringan pasukan para dayang yang tampil anggun, mencerminkan peran perempuan dalam menjaga harmoni sosial. Tak ketinggalan, hadir pula putri desa yang melambangkan generasi masa depan yang lahir dari lingkungan penuh solidaritas dan cinta sosial.
Penampilan Desa Sumberrejo menuai decak kagum dari penonton. Seorang penonton, Lina (32), mengaku tersentuh dengan pesan yang dibawakan.
“Bukan cuma indah, tapi sangat mengena. Rasanya seperti diingatkan kembali bahwa kita masih butuh gotong royong, apalagi di zaman sekarang,” ujarnya haru.

Melalui penampilan yang sarat makna ini, Desa Sumberrejo tidak hanya menampilkan karya kreatif, tetapi juga menyampaikan pesan kuat: gotong royong bukan sekadar tradisi, melainkan kekuatan utama dalam mengangkat martabat masyarakat. Rumah gubuk yang diusung bukan simbol kemiskinan, melainkan wujud harapan dan tekad untuk berubah melalui tangan-tangan yang saling membantu.
Di tengah era modern yang kerap menumbuhkan individualisme, Desa Sumberrejo hadir sebagai pengingat bahwa kemajuan sejati lahir dari kekompakan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. BAFC 2025 menjadi panggung di mana Sumberrejo bukan hanya berjalan—tetapi bercerita, bukan hanya tampil—melainkan menggerakkan hati.( Eno).






