Gubernur Khofifah Raih Penghargaan Nasional, Tegaskan Pesantren sebagai Benteng Moral Bangsa

68592

Surabaya | Serulingmedia.com – Komitmen Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam menguatkan sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan pengembangan dunia pesantren kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Dalam ajang Pesantren Award 2025 yang digelar pada Senin (20/10/2025) malam, Khofifah dianugerahi penghargaan Kategori Gubernur Pendukung 3 Fungsi Pesantren oleh Kementerian Agama RI.

Penghargaan berupa piala dan piagam diserahkan langsung oleh Menteri Agama Prof. KH. Nasaruddin Umar kepada perwakilan Pemprov Jatim, yakni Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jawa Timur, Tiat S. Suwardi.

Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata apresiasi pemerintah pusat terhadap upaya Gubernur Khofifah yang secara konsisten menghadirkan kebijakan-kebijakan pembangunan berbasis nilai pesantren serta memperkuat fungsi pesantren dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Khofifah: Pesantren adalah Benteng Moral dan Pusat Peradaban

Menanggapi penghargaan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pesantren merupakan benteng moral bangsa serta pusat pembentukan karakter generasi masa depan.

“Pesantren telah hadir menjadi oase kesejukan yang mengajarkan nilai-nilai Islam yang ramah, toleran, dan penuh kasih sayang,” ujar Khofifah.

Menurutnya, di era modern yang sarat tantangan disrupsi moral, isu kemanusiaan, hingga ekstremisme global, pesantren tampil sebagai garda terdepan dalam menanamkan nilai moderasi beragama, cinta tanah air, keikhlasan, dan kesederhanaan.

“Santri dan pesantren harus mampu menjadi motor penggerak masyarakat menuju kehidupan yang lebih maju dan berkeadilan,” tambahnya.

Menag: Pesantren Award adalah Gerakan Menguatkan Ekosistem Pesantren

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Pesantren Award bukan sekadar seremoni, melainkan gerakan nasional untuk memperkuat ekosistem pesantren di Indonesia.

Berdasarkan data Kemenag RI, saat ini terdapat:

42.369 Pesantren dengan 6.267.741 santri,

104.205 Madrasah Diniyah Takmiliyah dengan 3.344.855 santri,

195.901 TPQ yang dihuni 3.030.027 santri.

Ke depan, Kemenag akan memperluas dukungan terhadap pesantren, meliputi peningkatan mutu pendidikan, kemandirian ekonomi, hingga digitalisasi pesantren.

“Kita ingin memastikan pesantren tidak hanya menjadi penjaga tradisi, tetapi menjadi pelaku aktif dalam membangun masa depan bangsa,” tegas Menag.

Dengan penghargaan ini, Gubernur Khofifah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan yang memuliakan pesantren, menguatkan peran santri, dan menjaga karakter bangsa dalam bingkai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.(Agus /Eno).