Dina Rahmatun Najma Jamil: Lantunan Ayat yang Menggema hingga ASEAN

Kediri_Pentas-Internasional-3-768x1024

Malang | Serulingmedia. com-Di antara hiruk-pikuk aktivitas mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, ada satu sosok yang setiap langkahnya terasa teduh.

Tutur katanya lembut, senyumnya menenangkan, dan suaranya—ketika melantunkan ayat suci—mampu menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya.

Dialah Dina Rahmatun Najma Jamil, mahasiswi semester 7 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Malang.

Nama Dina kini tak asing lagi di lingkungan kampus. Gadis kelahiran Kediri ini menjadi sorotan karena sederet prestasi gemilang yang diraihnya, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dari musabaqah di Malang hingga festival di tingkat ASEAN, nama Dina selalu disebut di podium juara.

Langkah Awal Seorang Pecinta Al-Qur’an

Dina tumbuh dalam keluarga pendidik. Ayahnya, Jamiluddin, adalah Kepala MAN 3 Kediri. Dari kecil, ia sudah akrab dengan Al-Qur’an dan belajar tilawah di bawah bimbingan para guru di Madrasatul Qur’an Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

Di sanalah, suara lembutnya dilatih, dan kecintaannya pada kalam Allah tumbuh tanpa henti.

Ketika lulus dari MAN 3 Jombang, Dina memilih melanjutkan pendidikan di UIN Malang. Tapi bukan jalur biasa yang ia tempuh — ia diterima melalui Beasiswa Teladan kategori Prestasi Qira’ah Al-Qur’an pada tahun 2022.
Sejak awal, UIN Malang sudah tahu, gadis ini bukan mahasiswi biasa.

Yang lebih membanggakan, Dina juga telah menyempurnakan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Capaian spiritual ini menjadi fondasi yang kuat dalam setiap langkah prestasinya.

Berprestasi Tanpa Lelah

Nilai akademiknya nyaris sempurna — IP terakhirnya 3,93. Tapi bagi Dina, angka bukanlah tujuan utama. Ia percaya, ilmu dan iman harus berjalan seiring.

Di sela kesibukan kuliah, Dina juga menjadi Musyrifah di Ma’had Al-Jamiah UIN Malang, membimbing mahasiswi baru agar lebih dekat dengan nilai-nilai Qur’ani. Ia pun sering menjadi juri MTQ dan MHQ serta melatih para peserta lomba Qira’ah di berbagai kampus.

Tahun 2025 menjadi momen bersejarah baginya. Dina berhasil meraih Juara 3 Tartil Al-Qur’an dalam Festival El Kaffah Akbar (AFKAR) Season 3 tingkat ASEAN.
“Rasanya seperti mimpi,” katanya lirih, “bisa membawa nama UIN Malang di ajang internasional adalah kehormatan besar.”

Sebelumnya, Dina juga menorehkan sederet prestasi lain:

The Most Inspiring Student FITK UIN Malang 2024

Presenter 8th International Annual Conference on Fatwa MUI Studies 2024

Juara 1 Tahfidz Steroid (Nasional) Universitas Airlangga 2023

Juara 1 Tilawah Putri RRI Malang 2023

Juara 3 MHQ 5 Juz Event Al-Qur’an Nasional 2024 dan masih banyak lagi.

Apresiasi dari Kampus

Tak heran jika pihak fakultas turut bangga atas pencapaian Dina. Wakil Dekan III FITK, Marno, memberikan pujian khusus.

“Dina adalah mahasiswa yang sudah menonjol sejak awal. Ia tekun, cerdas, dan punya kemampuan menulis serta mempresentasikan ide yang sangat baik,” ujarnya.

Menurut Marno, sosok seperti Dina adalah cerminan nyata mahasiswa UIN Malang yang integratif dan inspiratif — memadukan akademik, spiritualitas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Filosofi Hidup dan Harapan

Ketika ditanya apa rahasianya, Dina hanya tersenyum.

“Saya berpegang pada satu prinsip: Khairunnas anfa’uhum linnas — sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.”

Bagi Dina, setiap hafalan, setiap lomba, bahkan setiap tugas kuliah adalah jalan menuju kebermanfaatan. Ia berharap kelak dapat menjadi pendidik Qur’ani yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menebarkan cahaya Al-Qur’an di hati umat.

“Prestasi itu bonus. Yang utama adalah bagaimana kita bisa membuat ilmu yang kita miliki membawa manfaat bagi orang lain,” ujarnya dengan mata berbinar.

Sang Lentera dari FITK

Kisah Dina Rahmatun Najma Jamil bukan sekadar deretan piala atau penghargaan. Ini adalah kisah tentang cinta — cinta pada ilmu, pada Al-Qur’an, dan pada pengabdian.
Ia menjadi bukti nyata bahwa mahasiswi UIN Malang mampu bersaing, berprestasi, dan tetap menjaga kesalehan sebagai jati diri.

Dengan suara lembut yang senantiasa mengalun memuji Sang Pencipta, Dina melangkah teguh membawa pesan sederhana:
bahwa siapa pun yang mencintai Al-Qur’an, akan selalu ditinggikan derajatnya — di dunia, dan kelak di sisi-Nya.( Eno)