KPU Batu Hibahkan 1.500 Kotak Suara: Dari Pilkada ke Aset Bermanfaat untuk Masyarakat
Batu | Serulingmedia.com – Keputusan KPU Kota Batu untuk menghibahkan sekitar 1.500 kotak suara kepada Pemerintah Kota Batu pada Jum’at (26/9/2025) merupakan langkah yang patut diapresiasi.
Di balik keputusan sederhana ini, tersimpan pesan kuat tentang efisiensi, kebermanfaatan, serta tanggung jawab lembaga negara dalam mengelola aset publik dan bentuk kontribusi nyata terhadap kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah.
Ketua KPU Batu, Heru Joko Purwanto, menegaskan bahwa hibah dilakukan karena KPU tidak lagi memiliki gudang penyimpanan.

Kontrak penyimpanan sudah habis, sehingga kotak suara yang pernah menjadi saksi pesta demokrasi harus segera memiliki “rumah baru”.
Kotak suara dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik, misalnya mendukung penyelenggaraan Pilkades atau kegiatan administratif lain di lingkup Pemkot Batu.
” Daripada melelang, yang hasilnya juga kembali ke kas negara, KPU memilih menyerahkan aset itu agar bisa dipakai langsung oleh Pemkot Batu untuk kebutuhan lain, misalnya dalam pelaksanaan Pilkades atau kegiatan pemerintahan lainnya ” Ungkap Heru.
Langkah ini menunjukkan bagaimana KPU berusaha menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Hibah kotak suara ini juga dapat dipahami sebagai simbol keterhubungan antara lembaga penyelenggara pemilu dan pemerintah daerah.
Meski KPU bersifat independen, hubungan sinergis dengan Pemkot tetap penting untuk memastikan demokrasi berjalan lancar di tingkat lokal.

Kotak suara bukan sekadar wadah kertas suara, tetapi simbol kepercayaan publik terhadap demokrasi. Dengan dihibahkan, simbol itu mendapat kehidupan baru di ruang-ruang pemerintahan desa maupun kecamatan.
Selain itu, keputusan KPU ini selaras dengan semangat efisiensi birokrasi. Aset negara tidak dibiarkan terbengkalai atau menjadi beban, melainkan dialihkan agar tetap produktif. Hal ini menjadi teladan bagaimana sebuah lembaga negara bisa bersikap adaptif.
Disebutkan aktivitas KPU Batu sekarang hanya melakukan sosialisasi ke sekolah – sekolah tentang Pemilih dan verifikasi data pemilih ke desa- desa. ( Eno)






