400 Prajurit Gabungan Prajurit Zipur 10/JP Div 2 Kostrad dan Zipur 5/ ABW Kodam V/Brawijaya Dilepas Pangdam /V/BRW untuk Misi Kemanusiaan di Aceh

768802_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Pangdam V Brawijaya  memberangkatkan sebanyak 400 prajurit gabungan dari 200 Yonzipur 10/JP dan 200 Yonzipur 5/ABW Kodam V/Brawijaya untuk melaksanakan misi kemanusiaan pascabencana di Aceh, Kamis (19/12/2025).

Keberangkatan ratusan prajurit tersebut menandai komitmen Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam membantu percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana serta meringankan beban masyarakat Aceh.

Inspektur Divisi Infanteri 2 Kostrad, Brigadir Jenderal TNI Indra Heri, S.E., turut mendampingi langsung proses keberangkatan prajurit.

Ia menegaskan bahwa misi kemanusiaan merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

“Kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai pelindung dan penolong saat rakyat menghadapi kesulitan,” ujarnya.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., memberikan arahan dan pesan khusus kepada seluruh prajurit sebelum diberangkatkan ke lokasi bencana.

“Laksanakan tugas dengan profesional, cepat, tepat, dan aman. Tampilkan sikap humanis, santun, dan jadilah teladan bagi masyarakat. Kehadiran kalian harus benar-benar dirasakan dan dicintai rakyat,” tegas Pangdam.

 

Pangdam juga meminta seluruh prajurit menjaga disiplin, loyalitas, dan soliditas selama bertugas, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat setempat agar proses pemulihan berjalan efektif.

Misi kemanusiaan ini mencakup pemulihan akses wilayah, pembangunan kembali infrastruktur dasar, serta bantuan langsung kepada masyarakat terdampak.

Selain membangun sarana fisik, prajurit Divif 2 Kostrad juga diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat dan harapan masyarakat Aceh.

Melalui misi ini, TNI menegaskan kehadirannya sebagai bagian dari rakyat dan untuk rakyat, terutama di saat masyarakat menghadapi masa sulit pascabencana.( Eno).