32 PNS ATR/BPN Jalani Pemetaan Kompetensi, Jadi Bekal Transformasi Organisasi
Jakarta | Serulingmedia.com — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui pemetaan kompetensi pegawai.
Penilaian yang dilakukan sejak Pelatihan Dasar (Latsar) PNS tidak hanya digunakan untuk mengukur kemampuan individu, tetapi juga menjadi dasar membaca kekuatan dan kesenjangan kompetensi dalam organisasi.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian ATR/BPN menggelar kegiatan Umpan Balik (Feedback) Pemetaan Kompetensi Pegawai di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Kepala Pusat Penilaian Kompetensi, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Heri Mulianto, mengatakan hasil penilaian kompetensi telah dimasukkan ke dalam SINTEN (Sistem Informasi Kompetensi).
“Hasil penilaian kompetensi sudah kita masukkan ke dalam SINTEN. Sesi Feedback ini menjadi momentum yang baik untuk arah pengembangan ke depan Bapak/Ibu seperti apa,” ujar Heri.
Menurutnya, melalui sesi tersebut pegawai dapat mengetahui profil kompetensinya, baik kompetensi manajerial, sosial kultural, maupun aspek teknis. Pegawai juga dapat mengidentifikasi kompetensi yang masih perlu diperkuat.
Heri menegaskan, hasil feedback selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan Individual Development Plan (IDP). Dokumen tersebut digunakan untuk menentukan bentuk pelatihan maupun pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan setiap pegawai.
“Ini juga membantu pegawai melihat standar kompetensi yang dipersyaratkan pada jabatannya. Pegawai dapat mengetahui kompetensi yang masih dimiliki dan langkah yang perlu dilakukan untuk memenuhinya,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemetaan kompetensi tidak berhenti pada pemotretan kemampuan pegawai saat ini. Lebih jauh, hasil tersebut diarahkan untuk membantu pegawai menentukan kompetensi yang harus dikembangkan guna memenuhi tuntutan jabatan dan kebutuhan organisasi ke depan.
Dalam kegiatan tersebut, PNS yang telah menjalani penilaian kompetensi saat Latsar 2025 mengikuti sesi one on one bersama asesor aparatur.
Sebanyak 18 pegawai mengikuti sesi asesmen pada 19 Agustus 2026, sementara 13 pegawai lainnya dijadwalkan mengikuti sesi pada 20 Agustus 2026.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia
Kementerian ATR/BPN, Budi Santosa, mengatakan Feedback Penilaian Kompetensi merupakan bagian penting dalam mendukung transformasi organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas pegawai.
Menurutnya, kebutuhan pengembangan kompetensi semakin penting seiring dengan perubahan struktur organisasi di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Saat ini, Kementerian ATR/BPN tengah memperkuat transformasi organisasi melalui penerapan Organisasi Berbasis Wilayah yang diluncurkan pada Senin (17/8/2026) di Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Administrasi Jakarta Barat.
Budi menjelaskan, penerapan organisasi berbasis wilayah akan berimplikasi terhadap penataan jabatan sekaligus kebutuhan kompetensi pegawai di Kantah.
“Ini jadinya Kepala Seksi di Kantah terbagi ke dalam enam wilayah sesuai kapasitas dari Kantah masing-masing. Ini bisa menjadi momentum dalam mempersiapkan kebutuhan tersebut melalui penilaian kompetensi pegawai ini,” pungkas Budi.
Dengan demikian, pemetaan kompetensi tidak hanya menjadi instrumen evaluasi individu, tetapi juga diarahkan sebagai pijakan strategis bagi Kementerian ATR/BPN dalam menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan organisasi yang terus berubah.( Sar).






