Dedikasi Tanpa Batas Alumni FF Universitas Airlangga di BPJS Kesehatan, Mohammad Iqbal Anas Ma’ruf Perkuat Pelayanan Publik
Surabaya | Serulingmedia.com – Dedikasi Tanpa Batas Alumni FF Universitas Airlangga di BPJS Kesehatan, Mohammad Iqbal Anas Ma’ruf Perkuat Pelayanan Publik.
Pengabdian panjang di sektor jaminan kesehatan nasional menjadi bukti bahwa profesionalisme yang dijalani dengan integritas mampu menghadirkan dampak luas bagi masyarakat.
Hal tersebut tercermin dari perjalanan karier Mohammad Iqbal Anas Ma’ruf, alumnus Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (UNAIR), yang kini mengemban amanah sebagai Deputi Direksi Bidang Komunikasi Organisasi BPJS Kesehatan.
Iqbal memulai kariernya pada 2002, saat BPJS Kesehatan masih berbentuk PT Askes (Persero).
Penugasan pertamanya membawanya ke Kabupaten Sikka, Maumere, sebagai pelaksana di daerah. Dari pengalaman lapangan itulah, ia membangun pemahaman mendalam tentang tantangan pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan kondisi geografis yang tidak mudah.
“Bagi saya, kepercayaan untuk mengemban amanah sebagai Deputi Direksi Bidang Komunikasi Organisasi Kesehatan adalah bentuk keyakinan bahwa seluruh pengalaman yang saya jalani, baik di cabang, wilayah, maupun kantor pusat, menjadi bekal yang utuh untuk memimpin fungsi komunikasi secara lebih strategis,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Perkuat Fungsi Komunikasi
Dalam perannya saat ini, Iqbal berfokus memperkuat fungsi komunikasi organisasi agar adaptif terhadap perubahan zaman dan ekspektasi publik.
Ia mendorong pendekatan komunikasi terintegrasi yang menyelaraskan pesan internal dan eksternal BPJS Kesehatan.
“Kami mengembangkan komunikasi terintegrasi agar pesan yang disampaikan selaras dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Selain itu, kami memperkuat Duta BPJS Kesehatan sebagai agen komunikasi positif di ruang digital,” tuturnya.
Berbagai inovasi pun dijalankan, di antaranya pembentukan Duta Muda BPJS Kesehatan yang melibatkan pelajar sebagai agen edukasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), program Micro Ambassador untuk memberdayakan pegawai sebagai narasumber tepercaya, serta penguatan eksistensi BPJS Kesehatan di ranah digital melalui optimalisasi media sosial dan program BPJS On Air.
Menjaga Kepercayaan Publik
Menurut Iqbal, menjaga kepercayaan publik merupakan tantangan terbesar dalam instansi pelayanan.
Tekanan publik sempat ia rasakan ketika menjabat sebagai Kepala Humas atau Juru Bicara BPJS Kesehatan.
Tantangan tersebut semakin kompleks saat ia dipercaya menjadi Deputi Direksi Wilayah, yang menuntut keseimbangan antara kebijakan, implementasi, dan harapan masyarakat.
“Dari pengalaman di pusat dan wilayah, saya belajar bahwa tantangan terbesar bukan hanya mengelola isu, tetapi menjaga keseimbangan antara kebijakan, implementasi, dan harapan publik. Kuncinya adalah integritas, keterbukaan, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri,” katanya.
Bekal Akademik dan Pesan untuk Mahasiswa
Iqbal menegaskan bahwa bekal akademik dan non-akademik selama menempuh pendidikan di UNAIR menjadi fondasi penting dalam kariernya.
Proses pendidikan melatihnya berpikir runtut, analitis, dan berbasis bukti, sementara aktivitas organisasi mengasah kemampuan kepemimpinan, komunikasi publik, dan pengelolaan perbedaan.
Menutup pernyataannya, Iqbal berpesan kepada mahasiswa agar tidak takut memulai dari mana pun.
“Jangan gentar menghadapi tantangan. Setiap fase memiliki maknanya sendiri. Jika dijalani dengan komitmen dan kejujuran, perjalanan itu akan membawa Anda pada peran yang lebih besar,” pungkasnya. ( Ria/Eno).






