Wamen Ossy Minta Irjen ATR/BPN Perkuat Pengawasan, Deteksi Dini Cegah Penyimpangan

IMG-20261105-WA0004

Jakarta | Serulingmedia.com – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, meminta Inspektorat Jenderal (Itjen) memperkuat fungsi pengawasan internal dengan mengedepankan deteksi dini terhadap potensi penyimpangan di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Pesan tersebut disampaikan Wamen Ossy saat menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pisah Sambut Inspektur Jenderal ATR/BPN, Senin (2/11/2026), di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Ossy secara khusus menitipkan pesan kepada Irjen baru, Wahyu Widada, yang dilantik pada Kamis (29/10/2026), menggantikan Pudji Prasetijanto Hadi.

Menurut Ossy, fungsi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) tidak boleh hanya berorientasi menemukan kesalahan, tetapi juga harus mampu memberikan peringatan dini (early warning) ketika muncul indikasi persoalan.

“Ke depan, tugas Inspektorat Jenderal adalah bagaimana memperkuat peran APIP, tidak hanya dalam menemukan permasalahan, tetapi juga memberikan early warning kepada jajaran Kementerian ATR/BPN apabila terdapat indikasi hal-hal yang tidak baik. Dengan begitu, potensi permasalahan dapat diketahui dan ditangani lebih awal sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar,” ujar Ossy.

Ia menegaskan, penguatan pengawasan internal harus diarahkan untuk mengawal pelaksanaan program strategis nasional Kementerian ATR/BPN.

Di antaranya Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), pengadaan tanah untuk kepentingan umum, Reforma Agraria, serta penanganan konflik pertanahan.

Ossy juga meminta pengawasan dilakukan secara menyeluruh, baik terhadap program yang telah berjalan maupun yang akan dilaksanakan. Identifikasi potensi persoalan sejak awal dinilai penting agar pelaksanaan tugas tetap sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku.

Pengawasan, lanjutnya, juga harus mempertimbangkan kondisi yang dihadapi pegawai di lapangan sehingga persoalan dapat dipahami secara utuh dan diselesaikan secara tepat.

“Saya pikir pengawasan ini dilakukan baik yang sudah kita kerjakan maupun yang akan kita kerjakan karena pengawasan perlu dilakukan secara efektif dengan mengidentifikasi potensi persoalan sejak dini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Ossy turut menyampaikan apresiasi kepada Pudji Prasetijanto Hadi atas pengabdian dan kontribusinya selama kurang lebih satu setengah tahun di Kementerian ATR/BPN, baik ketika menjabat Sekretaris Jenderal maupun Inspektur Jenderal.

Salah satu capaian yang mendapat perhatian adalah konsistensi Itjen dalam menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dengan tingkat penyelesaian yang mampu dipertahankan di atas 90 persen.

Selain itu, Ossy mengapresiasi pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) secara mandiri di lingkungan Kementerian ATR/BPN selama dua tahun terakhir.

Ia berharap capaian tersebut dapat dipertahankan sekaligus dilanjutkan oleh Wahyu Widada, sehingga semakin banyak satuan kerja di tingkat pusat maupun daerah yang mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan bersih dan akuntabel.

“Capaian tersebut tentunya perlu dijaga dan dilanjutkan oleh Pak Wahyu karena dapat mendukung satuan kerja di tingkat pusat maupun daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” tutur Ossy.

Pergantian kepemimpinan Itjen ATR/BPN ditandai dengan serah terima jabatan secara simbolis dari Pudji Prasetijanto Hadi kepada Wahyu Widada.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama serta jajaran pegawai Inspektorat Jenderal Kementerian ATR/BPN. (Sar)