UIN Maliki Malang Bekali 500 Santri Darun Najah, Cegah Toxic Friendship dan Perundungan
Malang I Serulingmedia.com – Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang membekali sekitar 500 santri putra dan putri Pondok Pesantren Darun Najah, Karangploso, Kabupaten Malang, dengan keterampilan membangun pertemanan sehat, menghadapi tekanan teman sebaya, dan mencegah perundungan (bullying), Selasa (20/10/2026).
Kegiatan melalui program Center for Pesantren Psychological Development ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus tindak lanjut kerja sama UIN Maliki Malang dengan Pondok Pesantren Darun Najah.
Pimpinan Pondok Pesantren Darun Najah, Hj. Maryam Lualik, M.Psi., mengapresiasi kontribusi Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang dalam meningkatkan pemahaman kesehatan mental dan keterampilan sosial para santri.
Psikoedukasi dilaksanakan secara terpisah. Sesi santri putri menghadirkan Hj. Dr. Endah Kurniawati P., M.Psi., Psikolog, dengan Ainindita Aghniacakti, M.Psi., Psikolog, sebagai moderator. Sementara sesi santri putra menghadirkan M. Arif Furqon, M.Psi., Psikolog, dengan Acsan Suseno, S.Psi., sebagai moderator.
Dalam pemaparannya, tim Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang menekankan tiga prinsip pertemanan sehat: saling mendukung dalam hal positif, menghormati pilihan masing-masing, dan tidak menggunakan ancaman untuk mengendalikan teman.
Santri juga diajak memahami tekanan kelompok sebaya pada masa pencarian identitas remaja. Melalui diskusi studi kasus dan latihan komunikasi asertif, mereka belajar menolak ajakan negatif secara tegas tanpa merendahkan orang lain.
Materi turut membahas cara mengenali pertemanan toksik (toxic friendship), menghargai perbedaan, serta menjadi pendengar yang baik. Dalam pencegahan perundungan, santri didorong tidak melakukan maupun membiarkan tindakan tersebut, membantu korban, dan melaporkannya kepada pengasuh atau pihak berwenang.
Pada sesi refleksi, sejumlah santriwati mengaku terbantu dalam mengenali pertemanan toksik dan memilih lingkungan pergaulan yang lebih sehat. Peserta lainnya memperoleh pemahaman tentang cara menolak ajakan teman secara asertif.
Kegiatan ditutup dengan seruan “Healthy Friendship: Caring, Sharing, Loving”, yang menekankan pentingnya kepedulian, berbagi, dan kasih sayang dalam pertemanan. Perwakilan Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang juga menyerahkan penghargaan dan cinderamata kepada pihak pesantren.
Program berlanjut pada Rabu (21/10/2026) melalui psikoedukasi, pendampingan, dan pelatihan bagi pendamping santri serta pengurus pesantren. Langkah ini diharapkan membantu penerapan nilai-nilai pertemanan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Fakultas Psikologi UIN Maliki Malang juga menjadwalkan program serupa di Pondok Pesantren As-Salma Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 25 Oktober 2026, dengan tema pengembangan pesantren ramah anak.
Melalui program ini, UIN Maliki Malang memperkuat kontribusi keilmuan psikologi kepada masyarakat, khususnya dalam meningkatkan literasi kesehatan mental, mencegah perundungan, dan mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang aman bagi perkembangan santri. ( Eno)
