UIN Maliki Berjaya di PETASEMA Jambi 2025, Borong Enam Gelar Juara Nasional

Screenshot_2025-11-25-07-04-41-166_com.miui.gallery-edit

Malang| Serulingmedia.com— UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Tim seni kampus hijau ini tampil perkasa pada ajang Pekan Talenta Seni Mahasiswa (PETASEMA) 2025 yang digelar di UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, dengan berhasil memborong enam gelar juara, terdiri dari tiga emas dan tiga perunggu.

Kompetisi seni bergengsi tingkat nasional yang berlangsung pada 18–23 November 2025 ini mengusung tema “Coloring The World: Building Impact, Celebrating Limitless Ideas”. PETASEMA 2025 diikuti oleh 530 peserta dari 134 kampus di seluruh Indonesia, memperlihatkan betapa ketat dan prestisiusnya persaingan.

Dari 12 cabang lomba yang dipertandingkan—mulai dari Desain Poster Kampanye Sosial, Fotografi, Melukis, Monolog, Penulisan Cerpen, Penulisan Puisi, Tari, Video Kreatif, Karikatur, Komik Strip, hingga Penulisan Lakon—para mahasiswa UIN Malang berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Pada malam puncak penganugerahan, nama UIN Malang berkali-kali disebut, disambut sorak bangga tim dan kontingen.

Rincian Prestasi UIN Malang di PETASEMA 2025

Juara Pertama (Emas):

Penulisan Cerpen — Labib Mumtaz Athoallah (UKM LKP2M)

Melukis — Evaneila El Rahma (UKM Seni Religius)

Komik Strip — Wahu Bagus Setyo (UKM UAPM Inovasi)

Juara Ketiga (Perunggu):

Penulisan Cerpen — Sri Ramadani (UKM LKP2M)

Fotografi — Fatih Tanzil (UKM Jepret Club)

Video Kreatif — UKM Jepret Club

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Triyo Supriyatno, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasinya atas kerja keras para mahasiswa serta dukungan pembina UKM seni.

“Capaian di bidang seni ini luar biasa. Selamat kepada seluruh tim UKM yang berkompetisi. Kalian adalah bukti bahwa kita tidak hanya unggul di akademik dan keagamaan, tapi juga memiliki talenta seni yang terbaik di tingkat nasional,” ujarnya.

Prestasi ini semakin menguatkan posisi UIN Malang sebagai kampus yang tidak hanya fokus pada keunggulan intelektual dan spiritual, tetapi juga memberi ruang luas bagi kreativitas seni mahasiswa untuk berkiprah di level nasional.( Eno).