UIN Maliki Bentuk Emergency Response Team, Perkuat Kesiapsiagaan Mahasiswa Hadapi Bencana

MITIGASI_11zon

Malang I Serulingmedia.com – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) mengambil langkah strategis dengan membentuk Emergency Response Team (ERT) sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan mahasiswa dalam menghadapi berbagai situasi darurat dan bencana kemanusiaan.

Pembentukan tim tersebut dibahas dalam forum koordinasi yang digelar pada Rabu, 4 Maret 2026 di Kantor Kemahasiswaan UIN Maliki Malang. Kegiatan ini mempertemukan delapan unsur strategis yang terdiri dari Kepala Pusat Kemahasiswaan, staf kemahasiswaan, Koordinator ERT, serta pimpinan organisasi mahasiswa yang memiliki kompetensi kebencanaan.

Organisasi yang terlibat antara lain Mapala, Pramuka, Menwa, KSR, serta LSO RMT FKIK. Pertemuan ini bertujuan merumuskan struktur organisasi, pembagian peran, serta desain kerja lintas unit yang mengintegrasikan kemampuan medis, pencarian dan penyelamatan, pengamanan, hingga komunikasi darurat dalam satu sistem respons terpadu.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya kampus dalam mengoptimalkan potensi mahasiswa yang memiliki keterampilan kebencanaan. Selama ini, tanpa koordinasi yang jelas, kemampuan tersebut sering kali terfragmentasi dan belum dimanfaatkan secara maksimal ketika terjadi situasi darurat.

Kepala Pusat Kemahasiswaan UIN Maliki Malang, Romi Faslah, menegaskan bahwa pembentukan tim ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan mitigasi bencana yang telah dilaksanakan sebelumnya.

“Untuk menindaklanjuti pelatihan mitigasi bencana tahun 2025 maka penting dibentuk organisasi yang menangani solidaritas kemanusiaan khususnya jika terjadi bencana. Karena itu perlu dibentuk organisasinya, strukturnya dan job description-nya. Organisasi ini berupa tim yang terdiri dari UKM Pramuka, Mapala, KSR, Menwa dan LSO RMT FKIK yang secara skill sudah memiliki ilmu dalam penanganan bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Emergency Response Team, Mohamad Azmi Mubarok, menyatakan komitmennya untuk membangun sistem kerja tim yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Harapannya kami dapat melaksanakan tugas sebagai koordinator dengan membentuk struktur organisasi yang jelas, menyiapkan job description tiap divisi, serta merancang program satu tahun ke depan agar tim ini benar-benar siap membantu solidaritas kemanusiaan ketika terjadi bencana,” jelasnya.

Pembentukan ERT ini menandai perubahan pendekatan dalam pengelolaan potensi mahasiswa dari yang sebelumnya bersifat sektoral menuju model kolaboratif berbasis kompetensi. Dengan integrasi berbagai organisasi mahasiswa yang memiliki keahlian berbeda, universitas tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan internal, tetapi juga membangun model solidaritas kemanusiaan yang lebih terstruktur.

Ke depan, jika langkah ini dikembangkan melalui pelatihan rutin, simulasi kebencanaan, serta kolaborasi lintas organisasi, maka UIN Maliki Malang diharapkan mampu menjadi kampus yang tangguh menghadapi risiko bencana sekaligus melahirkan generasi mahasiswa yang siap hadir sebagai bagian dari solusi kemanusiaan di tengah berbagai situasi krisis. ( Eno)