UIN Malang Garap Film Dokumenter Sampah GPA Raya, Ajak Keluarga Jadi Garda Terdepan Jaga Lingkungan
Malang | Serulingmedia.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) menggarap film dokumenter tentang pengelolaan sampah berbasis keluarga di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) GPA Raya.
Program ini mengajak masyarakat menjadikan keluarga sebagai garda terdepan dalam membangun kebiasaan mengelola sampah dan menjaga kelestarian lingkungan.
Pengambilan gambar dan wawancara sejumlah narasumber berlangsung pada Sabtu (10/10/2026), bertempat di area TPS GPA Raya dan lingkungan perumahan warga.
Produksi film dokumenter tersebut merupakan tindak lanjut penjajakan kerja sama antara tim pengabdian UIN Malang dan TPS GPA Raya.
Melalui program ini, perguruan tinggi bersama masyarakat berupaya memperkuat edukasi lingkungan sekaligus mendorong keterlibatan keluarga dalam pengelolaan sampah sejak dari rumah.
Tim pengabdian yang terlibat terdiri atas Muh. Anwar Fu’ady, M. Anwar Masadi, Nurmadjidah Maradjabessy, dan Mochamad Muzaky Abdur Rohman.
Dalam proses produksi, tim mewawancarai sejumlah narasumber yang terlibat langsung dalam pengelolaan sampah, mulai dari pengelola dan petugas TPS, ketua RW, hingga warga. Salah satu narasumber utama adalah Faeshol Efendi selaku Ketua TPS GPA Raya.
Ketua tim pengabdian masyarakat, Muh. Anwar Fu’ady, menjelaskan bahwa film dokumenter tersebut menjadi sarana menyampaikan edukasi melalui pengalaman nyata para pelaku pengelolaan sampah di lapangan.
“Melalui film dokumenter ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas atau pengelola TPS. Keluarga memiliki peran penting karena kebiasaan mengelola sampah dimulai dari rumah,” ujar Anwar.
Menggali Praktik Pengelolaan Sampah di Masyarakat
Pengambilan gambar di area TPS GPA Raya dilakukan untuk mendokumentasikan aktivitas pengolahan sampah serta menggali pengalaman pengelola dan petugas dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Sementara itu, pengambilan gambar di lingkungan perumahan warga memberikan gambaran mengenai praktik pengelolaan sampah pada tingkat rumah tangga dan permukiman.
Melalui wawancara dengan berbagai narasumber, tim berupaya mengungkap tantangan, pengalaman, serta pandangan masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Perspektif pengelola dan petugas TPS memberikan pemahaman tentang proses pengolahan sampah.
Adapun pandangan ketua RW dan warga melengkapi gambaran mengenai peran masyarakat dalam mendukung sistem pengelolaan sampah di lingkungan tempat tinggal.
Pendekatan tersebut menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan fasilitas pengolahan.
Kesadaran dan kebiasaan masyarakat dalam menangani sampah sejak dari sumbernya juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga kebersihan lingkungan.
Keluarga Menjadi Titik Awal Perubahan
Film dokumenter ini mengangkat keluarga sebagai salah satu unsur penting dalam membangun perilaku pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Kebiasaan sederhana, seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah berdasarkan jenisnya, serta mengikuti sistem pengumpulan dan pengolahan sampah di lingkungan setempat, dapat dimulai dari rumah.
Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan tersebut dapat mendukung kerja petugas dan pengelola TPS sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga kebersihan permukiman.
Kolaborasi UIN Malang dengan TPS GPA Raya juga memperlihatkan peran perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui edukasi yang dekat dengan persoalan sehari-hari.
Pemanfaatan film dokumenter diharapkan membuat pesan lingkungan lebih mudah dipahami karena disampaikan melalui pengalaman dan praktik nyata masyarakat, bukan semata-mata melalui penjelasan teoritis.
Melalui produksi film ini, tim pengabdian UIN Malang berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat.
Keterlibatan keluarga, warga, petugas, dan pengelola TPS menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. ( Eno).
