UIN Malang Bergerak Cepat! Maliki Crisis Center Dibuka, Mahasiswa Terdampak Bencana Aceh–Sumatera Tak Dibiarkan Sendirian

765139_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Tragedi bencana alam yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera menggugah kepedulian sivitas akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Sebagai bentuk respons cepat dan nyata, UIN Malang membuka Maliki Crisis Center (MCC), sebuah pusat layanan kemanusiaan bagi mahasiswa yang terdampak bencana, mulai Kamis (15/12/2025).

Program MCC digelar selama empat hari dan difungsikan sebagai pusat pendataan, verifikasi, serta penyaluran bantuan bagi mahasiswa yang berasal dari wilayah terdampak.

Langkah ini menjadi bukti bahwa kampus tidak tinggal diam menghadapi krisis kemanusiaan yang menimpa mahasiswanya.

Ketua Maliki Crisis Center UIN Malang, Muamar Sidiq, menegaskan bahwa MCC didirikan sebagai wujud tanggung jawab moral dan solidaritas antarmahasiswa serta komitmen kampus dalam memastikan keberlangsungan pendidikan mahasiswa pascabencana.

“Maliki Crisis Center kami dirikan agar mahasiswa terdampak bencana tetap mendapatkan perhatian dan bantuan yang layak. Kami ingin memastikan mereka tidak merasa sendirian dan tetap dapat melanjutkan studinya meski sedang berada dalam situasi sulit,” tegas Muamar Sidiq.

Pelaksanaan MCC melibatkan kolaborasi Dewan Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), serta Kolega Kesejahteraan Mahasiswa (KKM).

Ketiga elemen mahasiswa tersebut bertanggung jawab penuh dalam proses pendaftaran, verifikasi data, hingga pendistribusian bantuan agar tepat sasaran.

Untuk mempermudah akses, panitia membuka dua jalur pendaftaran, yakni secara daring melalui Google Form dan secara luring dengan mendatangi langsung Stand Maliki Crisis Center yang disediakan di lingkungan kampus.

Mahasiswa diwajibkan menunjukkan identitas diri sebagai bagian dari proses verifikasi data.

Hingga hari kedua pelaksanaan, panitia mencatat sekitar 70 mahasiswa terdampak telah mendaftar secara daring, dengan sekitar 30 mahasiswa telah melakukan verifikasi langsung di posko MCC.

Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring meluasnya informasi dan meningkatnya kesadaran mahasiswa.

Muamar Sidiq menambahkan bahwa MCC tidak hanya berorientasi pada bantuan materi, tetapi juga menjadi ruang empati dan penguatan moral bagi mahasiswa terdampak.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa terdampak untuk melapor. Harapannya, tidak ada satu pun mahasiswa yang terlewat dari perhatian kampus,” ujarnya.

Program Maliki Crisis Center ini mendapat dukungan penuh dari birokrasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Sinergi antara mahasiswa dan institusi ini menegaskan bahwa nilai kepedulian sosial dan kemanusiaan bukan sekadar slogan, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata.

Melalui Maliki Crisis Center, UIN Malang kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya mencetak insan akademis, tetapi juga membangun solidaritas, empati, dan tanggung jawab kemanusiaan di tengah krisis. ( Eno)