Sekjen ATR/BPN: Pejabat Administrator Harus Jadi Motor Perubahan, Bukan Sekadar Jalankan Rutinitas

IMG-20260723-WA0035

Jakarta | Serulingmedia.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan, menegaskan bahwa Pejabat Administrator harus tampil sebagai motor penggerak perubahan di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

 

Kepemimpinan, menurutnya, tidak lagi cukup berorientasi pada penyelesaian pekerjaan administratif, tetapi harus mampu menghasilkan kinerja yang berdampak langsung bagi masyarakat.

 

Penegasan itu disampaikan Dalu Agung Darmawan saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I hingga III Tahun 2026 yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ATR/BPN, Rabu (22/7/2026).

“Kementerian ATR/BPN membutuhkan pemimpin Administrator yang mampu membaca perubahan, membangun kolaborasi, mengambil keputusan yang tepat, dan menggerakkan organisasi menghasilkan kinerja yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Dalu Agung.

Ia mengingatkan para pejabat administrator agar tidak terjebak pada rutinitas birokrasi.

 

Sebagai Kepala Satuan Kerja (Satker), mereka dituntut mampu mengidentifikasi persoalan di unit kerja, merumuskan solusi, serta mendorong lahirnya inovasi pelayanan.

 

“Kalau Anda sekarang bekerja menjadi Kepala Satker, apa yang harus ditingkatkan di kantor ini? Permasalahan apa yang muncul di kantor ini? Bagaimana Anda melihat kondisi dan langkah ke depannya, gerak Kantor Pertanahan itu sangat bergantung pada Anda,” tegasnya.

 

Pelatihan Kepemimpinan Administrator Tahun 2026 diikuti 131 peserta, terdiri atas 20 Pejabat Administrator Kementerian ATR/BPN Pusat dan 111 Pejabat Administrator dari Satker di berbagai daerah.

 

Selama pelatihan yang berlangsung mulai 17 Juni hingga 2 November 2026, peserta akan memperoleh materi mengenai kepemimpinan Pancasila dan nasionalisme, kepemimpinan kinerja, manajemen kinerja, hingga aktualisasi kepemimpinan organisasi.

 

Proses pembelajaran dilakukan melalui pembelajaran mandiri, e-learning, studi lapangan, serta penyusunan produk aktualisasi kepemimpinan yang akan dievaluasi secara komprehensif.

 

Sekjen ATR/BPN juga meminta seluruh peserta memperkuat koordinasi dan kolaborasi, baik di lingkungan internal maupun dengan instansi eksternal.

 

Menurutnya, budaya kerja berbasis integrasi data menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan kepada masyarakat.

 

“Lakukan dialog-dialog kinerja secara rutin dengan para pejabat dan pegawai di Satker masing-masing. Kita juga mulai mengubah budaya kerja lewat integrasi data. Data kita semakin hari semakin baik dan terus dibangun bersama berbagai kementerian dan lembaga untuk mendukung keberhasilan program-program ATR/BPN,” katanya.

 

Pada pembukaan pelatihan tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi BPSDM ATR/BPN, Norman Subowo, turut melaporkan pelaksanaan PKA, sementara prosesi acara dipandu oleh Analis Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara Madya, Ivan Syahreza.

 

Dengan pelatihan ini, Kementerian ATR/BPN berharap lahir pemimpin-pemimpin administrator yang adaptif, inovatif, dan mampu mempercepat transformasi birokrasi menuju pelayanan publik yang semakin profesional dan berdampak.( Sar).