Retno Ayu Puspita Raih Gelar Doktor, Tawarkan Model Lean Manufacturing untuk Benahi Industri Sawit

1828166_11zon

Makassar | Serulingmedia.com – Efisiensi operasional dan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi kunci keberlanjutan industri kelapa sawit nasional di tengah tuntutan peningkatan produktivitas dan daya saing global.

 

Berangkat dari persoalan tersebut, Retno Ayu Puspita S menawarkan pendekatan lean manufacturing sebagai strategi memperkuat manajemen operasional perusahaan perkebunan sawit.

 

Gagasan itu dipaparkan Retno Ayu dalam disertasinya berjudul “Optimalisasi Sumber Daya Manusia Berbasis Lean Manufacturing dalam Penguatan Manajemen Operasional Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah”, saat mengikuti Ujian Promosi Doktor Program Studi Ilmu Manajemen Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Kamis (6/8/2026).

 

Sidang promosi yang berlangsung sekitar dua jam itu dipimpin Direktur Pascasarjana UMI, Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.J., M.Hum.

 

Retno Ayu berhasil meraih predikat cum laude, menandai keberhasilannya menyelesaikan riset yang mengkaji hubungan antara pengembangan SDM dan efisiensi operasional di sektor perkebunan.

 

Dalam analisisnya, Retno menilai industri kelapa sawit tidak hanya berperan sebagai penyumbang devisa negara melalui ekspor produk turunannya, tetapi juga menjadi sektor strategis dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

Karena itu, peningkatan kualitas tata kelola perusahaan menjadi kebutuhan mendesak agar industri mampu menghadapi tantangan persaingan global.

 

Menurut Retno, pendekatan lean manufacturing tidak semata-mata berfokus pada efisiensi produksi, melainkan membangun budaya kerja yang mampu mengurangi pemborosan (waste), memperbaiki proses kerja secara berkelanjutan, serta mengoptimalkan kompetensi sumber daya manusia sebagai penggerak utama perusahaan.

 

“Pengurangan pemborosan dan peningkatan efisiensi proses merupakan langkah penting untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjaga keberlanjutan produksi perusahaan perkebunan kelapa sawit,” ujar Retno dalam pemaparannya.

Ia juga menilai pemerintah telah memberikan landasan hukum yang semakin kuat bagi pengelolaan sektor sawit, di antaranya melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2023 tentang Dana Bagi Hasil Perkebunan Sawit.

 

Regulasi tersebut, menurutnya, dapat menjadi instrumen untuk mendorong tata kelola industri yang lebih produktif dan berkelanjutan.

 

Penelitian Retno mengambil objek perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

 

Hasil kajiannya menunjukkan bahwa penerapan manajemen operasional berbasis lean manufacturing berpotensi meningkatkan efektivitas proses bisnis sekaligus memperkuat daya saing perusahaan dalam jangka panjang.

 

Retno Ayu yang juga dosen Universitas Muhammadiyah Mamuju berharap temuannya tidak berhenti sebagai kajian akademik, tetapi dapat menjadi rujukan bagi perusahaan perkebunan maupun pemerintah dalam menyusun kebijakan pengembangan industri sawit yang lebih efisien, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

 

Dalam sidang tersebut, Retno diuji oleh Prof. Dr. Serlyn Serang, S.E., M.Si., Prof. Dr. Ramlawati, S.E., M.M., Prof. Dr. Imadudin, S.E., M.Si., Dr. Aripin, S.E., M.P., penguji eksternal Prof. Dr. Rahayu Puji Suci, S.E., M.S., M.M. dari Universitas Widya Gama Malang, serta penguji lintas disiplin Dr. Ir. Hamsiah, M.Si.

 

Disertasinya dibimbing Promotor Prof. Dr. H. Baso Amang, S.E., M.Si., bersama Prof. Dr. Syamsuri, S.E., M.Si., M.Ak. dan Dr. Syafii A. Basalama, M.M. sebagai ko-promotor.( Yah/Eno).