Rektor Unimerz: Teknologi Makin Canggih, Guru Tetap Tak Tergantikan

2063615_11zon

Makassar | Serulingmedia.com – Perkembangan teknologi informasi dan transformasi digital tidak menghilangkan peran strategis guru dalam dunia pendidikan.

 

Guru tetap memiliki posisi penting karena pendidikan tidak hanya menyangkut kemampuan kognitif, tetapi juga pembentukan sikap dan keterampilan peserta didik.

 

Hal tersebut ditegaskan Rektor Universitas Megarezky (Unimerz) Prof. Dr. H. Anwar Ramli, S.E., M.Si., dalam Ramah Tamah dan Penyerahan Ijazah Mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Angkatan I Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Unimerz di Megarezky Hall Universitas Megarezky, Senin (21/9/2026).

“Mengajar bukan semata-mata tentang menanamkan aspek kognitif, tetapi juga mengajarkan aspek afektif dan psikomotorik. Oleh karena itu, profesi guru tidak dapat tergantikan,” tegas Prof. Anwar Ramli.

Menurut dia, kemajuan teknologi harus menjadi bagian dari pengembangan pendidikan, bukan menggantikan peran guru. Guru tetap dibutuhkan untuk membimbing peserta didik, membangun karakter, serta mengembangkan kemampuan mereka secara menyeluruh.

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan 70 mahasiswa RPL Angkatan I S1 PGSD Unimerz yang telah menyelesaikan proses pendidikannya.

Kegiatan yang mengusung tema “Usia Bukan Batas, Pengalaman Menjadi Bukti, Kompetensi Mendekatkan Masa Depan” itu menjadi momentum penghargaan terhadap perjalanan akademik para mahasiswa sekaligus penanda dimulainya fase baru setelah memperoleh ijazah.

Pengalaman Menjadi Kompetensi

Ketua Program Studi S1 PGSD Unimerz Dr. Nurhadifah Amaliyah, S.Pd., M.Pd., mengatakan program RPL merupakan bagian dari kerja sama Universitas Megarezky dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Program tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengakuan atas pembelajaran, pengalaman, serta kompetensi yang telah dimiliki sebelumnya. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari proses pendidikan formal di perguruan tinggi.

“Pelaksanaan RPL memberikan ruang bagi peserta untuk memperoleh pengakuan atas pembelajaran, pengalaman, dan kompetensi yang telah dimiliki, kemudian melanjutkannya melalui proses pendidikan formal di perguruan tinggi,” kata Nurhadifah.

Ia mengatakan keberadaan RPL menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap pengalaman yang telah diperoleh seseorang dalam perjalanan pendidikan maupun profesionalnya.

Jangan Berhenti Setelah Raih Ijazah

Dekan FKIP Universitas Megarezky Dr. Abdul Malik Iskandar, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa RPL yang telah menyelesaikan pendidikan.

Menurut dia, setiap pencapaian memiliki nilai penting dan layak untuk dirayakan. Ia juga memberikan apresiasi kepada koordinator dan seluruh tim pengelola RPL yang telah bekerja menjalankan program tersebut.

Pengelolaan RPL, kata dia, menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan terhadap Program Studi S1 PGSD Unimerz sebagai penyelenggara program RPL Kementerian yang kini telah memasuki angkatan ketiga.

Sementara itu, Prof. Anwar Ramli mengingatkan para alumni agar tidak menjadikan ijazah sebagai akhir perjalanan pendidikan.

Ia mendorong alumni untuk terus meningkatkan kompetensi dan mempertimbangkan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

 

Pengembangan kapasitas, menurut dia, penting untuk menghadapi perubahan zaman dan meningkatkan profesionalisme.

Pendidikan juga tidak semata-mata berkaitan dengan gelar akademik, tetapi menjadi bagian dari proses meningkatkan kualitas kehidupan, kompetensi, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi.

Momentum penyerahan ijazah 70 mahasiswa RPL PGSD Unimerz itu sekaligus menegaskan bahwa pengalaman tidak berhenti sebagai catatan masa lalu.

 

Melalui RPL, pengalaman dapat diakui dan dikembangkan menjadi kompetensi untuk membuka peluang baru di masa depan.( Yahya Patta/ Buang Supeno).