Raih Dua Prestasi Nasional, UIN Maliki Malang Tembus Top 100 Webometrics dan Miliki Tiga Jurnal Scopus

1757947_11zon

Malang | Serulingmedia.com – UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang kembali menegaskan diri sebagai salah satu perguruan tinggi Islam paling kompetitif di Indonesia.

 

Kampus Ulul Albab ini membukukan dua prestasi nasional sekaligus, yakni berhasil masuk Top 100 Universitas Indonesia versi Webometrics edisi Juli 2026 serta tercatat memiliki tiga jurnal ilmiah terindeks Scopus, menjadikannya salah satu PTKIN terbaik dalam publikasi internasional.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian penting mengingat UIN Maliki Malang merupakan kampus yang relatif lebih muda dibandingkan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

 

Meski memiliki jumlah program studi, dosen, dan mahasiswa yang lebih sedikit, kampus ini mampu bersaing dalam indikator kualitas akademik, riset, dan publikasi ilmiah.

 

Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu dan riset yang berkelanjutan.

 

“UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan kampus termuda dibandingkan tiga UIN lainnya, yakni di Jakarta, Yogyakarta, dan Bandung. Jumlah program studi yang lebih sedikit tentu berimplikasi pada jumlah mahasiswa dan dosen yang juga lebih sedikit. Namun, hal tersebut tidak membuat kami surut untuk terus berusaha menjadi yang lebih baik daripada yang lainnya,” ujarnya.

 

Menurut Prof. Ilfi, prestasi tersebut menjadi energi baru bagi kampus untuk terus memperkuat internasionalisasi melalui peningkatan kualitas jurnal dan publikasi ilmiah.

 

“Capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan serta keberdampakan di tingkat nasional maupun internasional melalui penguatan jurnal terindeks Scopus dan peningkatan publikasi ilmiah dosen serta mahasiswa. Ke depan, semakin banyak dosen dan mahasiswa yang menghasilkan publikasi, serta semakin banyak program studi yang berkembang, maka akan semakin banyak pula jurnal berkualitas yang dapat dihasilkan,” katanya.

Berdasarkan pemeringkatan Webometrics Juli 2026, UIN Maliki Malang menjadi salah satu dari 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berhasil masuk 100 besar universitas terbaik di Indonesia. Penilaian dilakukan melalui empat indikator utama, yaitu Visibility, Openness, Excellence, dan Impact.

 

Tak hanya unggul dalam pemeringkatan perguruan tinggi, UIN Maliki Malang juga menunjukkan kekuatan pada bidang publikasi ilmiah. Data Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung per Juni 2026 mencatat UIN Maliki Malang memiliki tiga jurnal terindeks Scopus, menempatkannya di jajaran lima besar PTKIN dengan jurnal bereputasi internasional terbanyak.

 

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Amin Suyitno, menilai capaian tersebut merupakan bukti keberhasilan transformasi pendidikan tinggi Islam yang berorientasi pada penguatan riset, inovasi, dan publikasi internasional.

 

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Prof. Sahiron, menegaskan bahwa keberhasilan PTKIN dalam pemeringkatan Webometrics maupun indeksasi Scopus bukan sekadar soal peringkat, melainkan indikator meningkatnya kualitas tata kelola akademik, budaya riset, dan kontribusi perguruan tinggi Islam terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

 

Dua prestasi yang diraih secara bersamaan ini semakin memperkuat posisi UIN Maliki Malang sebagai salah satu PTKIN yang tumbuh paling progresif di Indonesia.

 

Kampus ini tidak hanya berhasil meningkatkan reputasi kelembagaan melalui pemeringkatan internasional, tetapi juga memperkuat kualitas riset melalui jurnal-jurnal ilmiah yang telah diakui komunitas akademik dunia.( Eno).