PKM UMI Hadirkan SiMerica, Teknologi AI Bantu Petani Deteksi Penyakit Tanaman Lebih Cepat

1798250_11zon

Makassar | Serulingmedia.com – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan pendampingan penggunaan aplikasi SiMerica, sebuah aplikasi mobile berbasis jaringan saraf tiruan (Artificial Neural Network) untuk diagnosis penyakit tanaman merica.

 

Kegiatan ini berlangsung di Desa Borong Loe, Kabupaten Bulukumba, sebagai bagian dari implementasi hasil riset kepada mitra Maceh Indonesia.

 

Pendampingan tersebut merupakan tahapan lanjutan setelah aplikasi SiMerica selesai dikembangkan. Tujuannya memastikan mitra mampu memanfaatkan teknologi secara optimal dalam mendukung budidaya tanaman merica di lapangan.

 

Program bertajuk “Penerapan Aplikasi Mobile Berbasis Jaringan Saraf Tiruan untuk Diagnosis Penyakit Tanaman Merica pada Mitra Maceh Indonesia” diketuai oleh Zaskia Nurfadillah Rachmat bersama tiga mahasiswa UMI lainnya, yakni Anisa Novria Kartika, Dea Ariyanti, dan Nayla Amalya. Program ini mendapat pendampingan langsung dari dosen pembimbing Dr. Lilis Nur Hayati, S.Kom., M.Eng., MTA.

 

Dalam kegiatan tersebut, tim PKM-PI memberikan pelatihan langsung di kebun mitra. Petani diperkenalkan cara mengoperasikan aplikasi SiMerica, mulai dari mengambil foto daun atau bagian tanaman yang diduga terserang penyakit, melakukan identifikasi otomatis melalui sistem kecerdasan buatan, hingga membaca hasil diagnosis beserta rekomendasi penanganan yang ditampilkan aplikasi.

 

Pendampingan dilakukan secara praktik di lokasi kebun agar pengguna dapat memahami cara kerja aplikasi pada kondisi tanaman yang sebenarnya.

 

Ketua Tim PKM-PI, Zaskia Nurfadillah Rachmat, mengatakan pendampingan menjadi tahapan penting agar teknologi yang dikembangkan benar-benar dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh petani.

 

“Kami tidak hanya ingin mitra memiliki aplikasi SiMerica, tetapi juga benar-benar memahami cara menggunakannya dengan tepat, sehingga aplikasi ini dapat membantu mendeteksi penyakit tanaman merica lebih cepat dan akurat. Setelah pendampingan ini, kami juga akan menyerahkan aplikasi beserta buku panduan agar mitra dapat menggunakannya secara mandiri,” ujarnya.

 

Setelah kegiatan pendampingan, tim akan menyerahkan aplikasi SiMerica beserta buku panduan penggunaan kepada mitra sebagai bentuk dukungan terhadap penerapan teknologi secara berkelanjutan.

 

Pihak Maceh Indonesia menyambut positif inovasi tersebut. Menurut mereka, aplikasi SiMerica sangat membantu dalam mengenali gejala penyakit tanaman sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum penyebaran penyakit meluas di area perkebunan.

 

Sementara itu, dosen pembimbing Dr. Lilis Nur Hayati menegaskan bahwa pendampingan langsung di kebun menjadi langkah strategis agar inovasi teknologi tidak berhenti pada tahap pengembangan, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas budidaya sehari-hari.

 

“Kami berharap aplikasi ini dapat terus digunakan mitra secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman merica,” tuturnya.

 

Melalui program ini, Tim PKM-PI UMI optimistis SiMerica mampu menjadi solusi inovatif bagi petani dalam menghadapi ancaman hama dan penyakit tanaman.

 

Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, kualitas hasil panen, sekaligus mempercepat transformasi digital di sektor pertanian Indonesia.( Eno)