Pesona Mikotopia: Harmoni Warna Bunga Dunia dan Ikhtiar Desa Tulungrejo Menuju Kemandirian
Batu | Serulingmedia.com – Kota Batu kembali menghadirkan daya tarik wisata baru yang memikat mata dan menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung. Destinasi Mikotopia di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, tampil dengan konsep unik yang memadukan keindahan taman bunga internasional dengan arsitektur bangunan berbentuk jamur yang penuh warna. Kombinasi tersebut menciptakan suasana bak negeri dongeng yang memanjakan pengunjung dengan panorama warna-warni yang memikat.
Mikotopia tidak hanya sekadar tempat wisata biasa. Setiap sudutnya dirancang menghadirkan nuansa artistik dan estetik, terutama melalui deretan bunga berwarna cerah yang menghiasi area taman. Bunga-bunga tersebut menjadi elemen penting yang memperkuat identitas Mikotopia sebagai destinasi wisata tematik yang berbeda dari tempat lain di Kota Batu.

Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, menjelaskan bahwa tanaman bunga yang ditanam di kawasan tersebut memang didatangkan dari berbagai negara di Asia. Bunga-bunga tersebut berasal dari daratan Vietnam, Thailand, Bangkok, hingga China yang dipilih karena dinilai cocok dengan kondisi iklim Kota Batu yang sejuk.
“Bunga-bunga yang ada di Mikotopia ini memang kami datangkan dari beberapa negara seperti Vietnam, Thailand, Bangkok, dan China. Kami memilih jenis yang sesuai dengan iklim Kota Batu agar bisa tumbuh dengan baik dan tetap indah sepanjang waktu,” ujar Suliono, Sabtu ( 14/3/2026 ).

Menurutnya, pemilihan bunga dari berbagai negara tersebut bukan sekadar untuk mempercantik kawasan wisata, tetapi juga untuk menghadirkan suasana taman bunga internasional yang dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan.
“Harapan kami, Mikotopia bisa menjadi destinasi wisata baru yang menarik di Desa Tulungrejo. Selain memperindah desa, juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat karena wisatawan yang datang tentu akan membawa dampak bagi pelaku usaha lokal,” tambahnya.
Suliono juga menegaskan bahwa kehadiran Mikotopia merupakan bagian dari konsep pengembangan desa wisata yang sedang dibangun oleh Pemerintah Desa Tulungrejo. Melalui pengembangan potensi wisata berbasis desa, diharapkan mampu mendorong kemandirian desa sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
“Pengembangan Mikotopia ini juga bagian dari konsep desa wisata yang kami dorong untuk mewujudkan kemandirian desa. Harapannya Tulungrejo bisa menjadi desa yang berdaya dan memberi manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan warganya,” jelasnya.

Bangunan dengan bentuk jamur yang menjadi ciri khas Mikotopia semakin memperkuat kesan imajinatif destinasi ini. Warna-warna cerah pada bangunan tersebut selaras dengan warna bunga di sekitarnya, menciptakan harmoni visual yang unik dan instagramable. Tidak heran jika banyak pengunjung yang datang untuk berburu foto dengan latar yang artistik dan berbeda dari destinasi wisata lainnya.
Lebih dari sekadar tempat berfoto, Mikotopia juga menjadi bukti bahwa kreativitas dalam mengelola potensi desa dapat melahirkan destinasi wisata yang menarik. Dengan memadukan unsur alam, seni, dan konsep tematik, Mikotopia berpotensi menjadi ikon wisata baru di kawasan Bumiaji sekaligus memperkaya ragam destinasi di Kota Batu yang dikenal sebagai kota wisata.

Pada akhirnya, Mikotopia menunjukkan bahwa keindahan bisa lahir dari perpaduan kreativitas dan keberagaman. Bunga-bunga dari berbagai negara yang tumbuh subur di tanah Tulungrejo menjadi simbol bahwa perbedaan dapat berpadu menjadi harmoni yang indah, sekaligus memperkuat langkah desa menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakatnya.






