Mahasiswa UIN Malang Ajak Teman Sebaya Tak Menunggu Parah untuk Cari Bantuan Psikologis

2185986_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengajak mahasiswa lebih peka terhadap kondisi kesehatan mental dan tidak menunda mencari bantuan profesional ketika mengalami masalah psikologis.

 

Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan promosi kesehatan mental bertema “Tak Harus Menunggu Parah: Kapan Saatnya Mencari Bantuan Profesional” di halaman Gedung Fakultas Psikologi dan Fakultas Teknik, Kampus 3 UIN Malang, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–10.00 WIB itu diikuti lebih dari 20 mahasiswa. Selain memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proyek pembelajaran mata kuliah Psikoterapi.

Tim mahasiswa memberikan edukasi mengenai tanda-tanda awal masalah kesehatan mental, pentingnya perawatan diri, serta kondisi yang memerlukan penanganan profesional. Edukasi dikemas secara interaktif melalui stan konsultasi informasi, diskusi, pembagian brosur, pengisian survei melalui Google Form, dan permainan spin wheel dengan hadiah makanan ringan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada sejumlah tanda yang perlu diperhatikan, antara lain kesedihan berkepanjangan, mudah marah, gangguan tidur, perasaan tidak berharga, mudah lelah, sulit berkonsentrasi, perubahan nafsu makan, hingga kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Tim mengingatkan bahwa gejala-gejala tersebut tidak serta-merta menunjukkan gangguan mental karena dapat dipengaruhi berbagai faktor.

 

Karena itu, mahasiswa diimbau tidak mendiagnosis diri sendiri, melainkan mencari informasi dan bantuan yang tepat ketika mengalami kesulitan.

Mahasiswa juga diajak menerapkan perawatan diri melalui olahraga rutin, konsumsi makanan bergizi, menjaga pola tidur selama 7–9 jam, berinteraksi dengan orang-orang terdekat, melakukan teknik pernapasan atau meditasi, serta menjalankan aktivitas yang disukai.

Namun, perawatan diri tidak selalu cukup untuk mengatasi persoalan psikologis. Gejala yang menetap selama dua minggu atau lebih, seperti kehilangan minat, mudah menangis, kesulitan mengambil keputusan, perubahan pola tidur dan nafsu makan, serta perasaan tidak berharga, perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Materi tersebut merujuk pada panduan National Institute of Mental Health (NIMH) tentang pengenalan masalah kesehatan mental dan waktu yang tepat untuk mencari bantuan.

 

Tim menegaskan, seseorang tidak perlu menunggu dua minggu apabila gejala terasa berat, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau membahayakan keselamatan diri.

Ketua tim, Faris Nanda Pradana, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membantu mahasiswa mengenali kondisi psikologisnya sekaligus mengetahui langkah yang dapat diambil ketika menghadapi masalah.

“Kami cuma ingin mahasiswa tahu tandanya dan tahu harus ke mana,” ujarnya.

Menurut Faris, keberanian mencari bantuan sejak dini merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan mental. Ia mengajak mahasiswa memanfaatkan layanan konseling kampus ketika membutuhkan bantuan atau ruang untuk bercerita.

Sebagai salah satu akses bantuan, tim memperkenalkan Laboratorium Konseling Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

 

Layanan tersebut tersedia Senin hingga Jumat, pukul 08.00–16.00 WIB. Mahasiswa UIN Malang dapat memanfaatkan layanan konseling secara gratis dengan menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

Kegiatan ini dilaksanakan tujuh mahasiswa Fakultas Psikologi, yakni Faris Nanda Pradana selaku ketua tim, Udawamas Syakinah, Marsa Aulia Qonita, Zanuba Desvi Nafila, Nurul Aisyah Farzanah Utomo, Bilqys Lintang Afifah, dan Adzroatun Nabilah.

Mereka menyiapkan materi edukasi, menyampaikan informasi kepada peserta, mengelola stan interaktif, serta mengenalkan layanan konseling yang tersedia di lingkungan kampus.

Proyek pembelajaran tersebut diampu Dr. Muh. Anwar Fu’ady, M.A. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep psikoterapi di ruang kuliah, tetapi juga menerapkan pengetahuan psikologi melalui edukasi kesehatan mental kepada teman sebaya.

Melalui kampanye “Tak Harus Menunggu Parah”, mahasiswa berharap semakin banyak mahasiswa yang memahami pentingnya mengenali perubahan kondisi psikologis, melakukan perawatan diri secara tepat, dan mencari bantuan profesional ketika diperlukan.

Pesan utama kegiatan ini adalah menjaga kesehatan mental merupakan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Mencari bantuan sejak dini bukanlah tanda kelemahan, melainkan langkah bijak untuk memperoleh dukungan yang sesuai. ( Eno).