Mahasiswa Psikologi UIN Malang Terjun Edukasi Pencegahan Stunting, Perkuat Peran Ayah dalam Pengasuhan Keluarga

PRAKTEK_11zon

Lumajang | Serulingmedia.com – Mahasiswa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terlibat aktif dalam upaya pencegahan stunting melalui kegiatan psikoedukasi masyarakat pada Seminar Stunting dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Kabupaten Lumajang. Keterlibatan tersebut menjadi implementasi nyata pembelajaran berbasis lapangan sekaligus memperkuat kontribusi psikologi dalam pembangunan keluarga berkualitas.

Seminar yang digelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Lumajang di Ruang Pertemuan Nararya Kirana, Kantor Bupati Lumajang, Selasa (4/8), mengusung tema “Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI): Membangun Generasi Berencana untuk Mewujudkan Keluarga Berkualitas dan Bebas Stunting.”

Kegiatan ini diikuti sekitar 135 peserta yang terdiri atas Penyuluh KB, pembina Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) jalur sekolah maupun masyarakat, pendidik sebaya, Duta GenRe Kabupaten Lumajang, serta berbagai unsur lintas sektor.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PKL yang ditempatkan di Poli Psikologi RSUD dr. Haryoto Lumajang mendampingi supervisor PKL, Dewi Asnawati, M.Psi., Psikolog, dalam pelaksanaan psikoedukasi serta berinteraksi langsung dengan peserta seminar. Kehadiran mahasiswa menjadi bagian dari penerapan ilmu psikologi yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik nyata di masyarakat.

Selain mendampingi jalannya seminar, mahasiswa juga membantu pelaksanaan sesi interaktif berupa challenge pada akhir materi. Peserta diajak menuliskan satu langkah kecil dan satu kebiasaan baru yang akan mulai diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui media sticky notes sebagai bentuk komitmen membangun pola pengasuhan yang lebih baik.

Dalam paparannya bertajuk “Remaja Sehat, Siap Menjadi Ayah Hebat: Membangun Pengasuhan Positif Sejak Sekarang,” Dewi Asnawati menegaskan bahwa kualitas keluarga dibangun melalui kebiasaan positif yang dimulai sejak usia remaja.

“Keluarga berkualitas tidak dibangun dalam satu hari. Ia dibentuk dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dimulai sejak remaja, diwujudkan saat menjadi orang tua, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Dewi Asnawati.

Menurutnya, pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan kesiapan psikologis calon orang tua, pola pengasuhan yang positif, serta keterlibatan aktif ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan PKL Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Muh. Anwar Fu’ady, S.Psi., M.A., menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari proses pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning).

Ia mengatakan, mahasiswa perlu memperoleh kesempatan untuk menyaksikan secara langsung bagaimana ilmu psikologi diterapkan dalam menyelesaikan persoalan masyarakat melalui kolaborasi dengan psikolog profesional dan berbagai pemangku kepentingan.

“PKL tidak cukup hanya membuat mahasiswa memahami teori. Mereka perlu mengalami secara langsung bagaimana psikologi diterapkan di lapangan. Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus berkontribusi,” katanya.

Anwar menambahkan, isu stunting harus dipahami secara komprehensif karena tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan fisik, tetapi juga dipengaruhi kondisi psikologis keluarga, kualitas pengasuhan, kesiapan menjadi orang tua, hubungan emosional orang tua dan anak, hingga keterlibatan ayah dalam keluarga.

“Dari kegiatan ini mahasiswa belajar bahwa isu seperti stunting tidak hanya dapat dilihat dari aspek kesehatan fisik. Ada dimensi psikologis dan keluarga yang perlu diperhatikan, termasuk kualitas pengasuhan, kesiapan menjadi orang tua, relasi orang tua dan anak, serta keterlibatan ayah dalam keluarga. Perspektif psikologi inilah yang perlu terus dibangun oleh mahasiswa melalui pengalaman lapangan,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PKL Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya memperoleh pengalaman mengamati praktik layanan psikologi, tetapi juga berkontribusi langsung dalam program edukasi masyarakat. Pengalaman itu memperkuat kompetensi mereka dalam bidang edukasi keluarga, pengasuhan positif, perkembangan remaja, serta pendekatan promotif dan preventif dalam kesehatan mental dan pembangunan keluarga sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting di Indonesia.( Eno)