Kris Dayanti Ajak Warga Desa Bukukerto Bernyanyi dan Joget dalam Sosialisasi Budaya Mutu dan Keselamatan Pasien

Screenshot_20240608-130603_Gallery

 

Batu | serulingmedia.com – Diva nasional sekaligus anggota Komisi IX DPR RI, Kris Dayanti, mengajak warga Desa Bukukerto untuk bernyanyi dan joget bersama dengan lagu “Nemu” dalam rangka sosialisasi budaya mutu dan keselamatan pasien di balai desa Bulukerto, Sabtu (8/6/2024).

Kris Dayanti menyatakan bernyanyi dan joget merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan hidup sehat. “Olahraga dengan menggerakkan badan seperti joget dan bernyanyi merupakan solusi mengelola stres seperti dianjurkan dalam pedoman dalam akronim Cerdik,” ungkap Kris Dayanti di hari terakhir perjalanan dinas dan kegiatan anggota Komisi IX di Kota Batu sejak tanggal 5 Juni 2024.

Di Desa Bukukerto, Kecamatan Bumiaji kota Batu, Kris Dayanti melaksanakan kegiatan ini dengan melibatkan mitra kerja Komisi IX DPR RI, yaitu Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Dirjen Pelayanan Kesehatan.

Dalam sosialisasi tersebut, Kris Dayanti menekankan keselamatan pasien merupakan isu global dan nasional yang sangat penting bagi rumah sakit.

“Keselamatan pasien di rumah sakit merupakan suatu sistem yang menjamin asuhan pasien lebih aman. Keselamatan pasien merupakan bagian yang harus diupayakan dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit,” jelas Kris Dayanti.

KD juga menyoroti pentingnya meningkatkan keamanan obat-obatan sebagai salah satu indikator keselamatan pasien.

“Salah satu indikator keselamatan pasien adalah meningkatkan keamanan obat-obatan yang harus diwaspadai, akan tetapi kesalahan administrasi obat menjadi masalah utama di rumah sakit yang perlu diupayakan penyelesaiannya,” papar Kris Dayanti yang juga mencalonkan diri sebagai Calon Walikota Batu 2024 melalui PDIP.

Sementara itu, Plt Kadiskes Batu, Aditya Prasaja, menyebutkan konsep mengenai budaya keselamatan pasien menjadi poin penting dalam organisasi pelayanan kesehatan.

“Keselamatan pasien merupakan prinsip fundamental dari perawatan pasien, yang merupakan komponen penting dari manajemen mutu pelayanan kesehatan,” tegas Aditya.

Aditya menambahkan budaya keselamatan di rumah sakit merupakan kolaboratif yang menekankan pada perilaku semua staf untuk menjaga keselamatan pasien, petugas, sarana prasarana, dan lingkungan.

Kepala Desa Bukukerto, Suhermawan, sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini. “Warga Bukukerto dapat memahami bagaimana hidup sehat sesuai kaidah perilaku sehat pola Cerdik,” ujarnya.(Eno)