Kauna Bismie Abargiel, Alumni UIN Malang yang Menembus YSEALI hingga Amerika

GENDER_11zon

Malang I Serulingmedia.com – Pengalaman menembus program internasional hingga belajar di Amerika Serikat dibagikan Kauna Bismie Abargiel, alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, kepada mahasiswa almamaternya.

Kauna mendapat kesempatan mengikuti Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) dan menjalani pengalaman belajar di Northern Arizona University, Amerika Serikat. Kisah perjalanan tersebut ia bagikan dalam Sharing Session “Bridging Futures: YSEALI – US Mobility Mentoring Program” di UIN Malang, Sabtu (3/10/2026).

Dalam sesi bertajuk “What Happens Before the Opportunity Comes”, Kauna menekankan bahwa kesempatan internasional tidak datang secara tiba-tiba. Di balik peluang tersebut terdapat proses panjang yang membutuhkan persiapan, keberanian, pengalaman, dan kemauan untuk terus berkembang.

“Ketika melihat sebuah kesempatan besar, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan diri,” ujar Kauna.

Menurutnya, kesiapan mahasiswa tidak cukup hanya dibangun melalui prestasi akademik. Pengalaman organisasi, keterlibatan dalam kegiatan sosial, kemampuan komunikasi, kemampuan beradaptasi, serta keberanian mengenali dan mengembangkan potensi diri juga menjadi bekal penting.

Pengalaman selama mengikuti YSEALI dan belajar di Northern Arizona University menjadi kesempatan bagi Kauna untuk berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara. Lingkungan multikultural tersebut sekaligus memperluas wawasan dan jejaring yang dimilikinya.

Kauna berbagi pengalaman tersebut agar mahasiswa UIN Malang tidak hanya melihat program internasional dari hasil akhirnya. Proses sebelum memperoleh kesempatan, menurutnya, justru menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan sejak masih berada di bangku kuliah.

Sebagai alumni UIN Malang, perjalanan Kauna memberikan gambaran bahwa mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia memiliki peluang untuk berkiprah di lingkungan internasional. Namun, peluang tersebut perlu diikuti kesiapan diri dan keberanian untuk mencoba.

“Jangan hanya menunggu kesempatan datang. Persiapkan diri agar ketika kesempatan itu datang, kita sudah siap mengambilnya,” pesannya.

Sharing session tersebut dibuka Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Malang Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno. Kegiatan juga dihadiri Wakil Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Dr. Begum Fauziyah, Kepala International Office UIN Malang Faridatun Nikmah, M.Pd, serta Kepala Career Development Center (CDC) Dr. Ahmad Ghozi.

Selain Kauna, kegiatan menghadirkan Barry A. dari United In Diversity Civic Engagement YSEALI AFP – University of Nebraska sebagai narasumber.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan lebih jauh dengan YSEALI sebagai salah satu program pengembangan kapasitas dan jejaring bagi generasi muda Asia Tenggara.

International Office bersama CDC UIN Malang mendorong mahasiswa untuk aktif membangun pengalaman akademik maupun nonakademik, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta memperluas jejaring internasional.

Perjalanan Kauna dari UIN Malang hingga mengikuti YSEALI dan belajar di Amerika Serikat menjadi bagian dari pesan utama kegiatan: kesempatan besar memang datang, tetapi kesiapan harus dibangun jauh sebelum kesempatan itu hadir.( Eno)