Jurnalis Hilang Saat Liput Erupsi, Malang Raya Kirim Doa dan Desakan Keselamatan

2011385_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Risiko profesi kembali menelan perhatian dunia jurnalistik. Lima jurnalis dan tiga kru yang dilaporkan hilang saat menjalankan tugas peliputan erupsi Anak Krakatau membuat insan pers Malang Raya berkumpul dalam doa dan aksi solidaritas di Alun-Alun Kota Malang, Jumat (11/9/2026).

 

Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral bagi keluarga delapan orang yang masih dalam pencarian. Para jurnalis Malang Raya berharap seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Lima jurnalis yang belum ditemukan ialah M. Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni, wartawan lepas.

 

Tiga orang lainnya merupakan awak kapal dan pemandu. Mereka yakni Warta sebagai kapten kapal, Sukarman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Solidaritas tersebut diinisiasi bersama PWI Malang Raya, IJTI Korda Malang Raya, AJI Malang, dan PFI. Para jurnalis menempatkan keselamatan rekan seprofesi sebagai kepedulian bersama, terutama ketika tugas jurnalistik membawa mereka ke wilayah berisiko tinggi.

Jurnalis senior Yatimul Ainun memimpin doa. Suasana Alun-Alun Kota Malang seketika berubah khidmat ketika para peserta memanjatkan doa untuk keselamatan delapan orang yang masih menjadi bagian dari operasi pencarian.

Ketua PWI Malang Raya, Ir. Cahyono, mengatakan solidaritas tersebut tidak hanya ditujukan kepada para korban, tetapi juga kepada keluarga yang tengah menunggu kepastian serta tim SAR yang bekerja di lapangan.

“Kami semua berikhtiar dan memohon doa dari seluruh masyarakat agar rekan-rekan media segera ditemukan dalam keadaan selamat tanpa kurang suatu apa pun,” tegas Cahyono.


Wali Kota Malang Wahyu Hidayat ikut berdiri bersama para jurnalis. Kehadirannya menunjukkan dukungan Pemkot Malang terhadap keluarga korban dan seluruh insan pers yang tengah menanti kabar keselamatan rekan-rekan mereka.

Wahyu mengatakan Pemkot Malang pada hari yang sama juga menggelar istigasah dan doa bersama di Balai Kota. Doa tersebut secara khusus ditujukan bagi lima jurnalis dan tiga kru yang masih dalam pencarian.

“Kami berharap mereka beserta kru tetap selamat karena keluarga dan semua teman-teman di sini menunggu agar perjalanan tugas mulia ini selalu mendapatkan rida dari Allah Subhanahu wa ta’ala,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan pencarian. Pemkot Malang juga terus mendorong agar informasi mengenai kondisi para korban dapat segera diketahui.

Bagi insan pers Malang Raya, hilangnya lima jurnalis saat menjalankan tugas kembali menegaskan satu hal: berita memang harus sampai kepada publik, tetapi keselamatan jurnalis tidak boleh menjadi harga yang diabaikan.

Doa pun menjadi ikhtiar bersama. Dari Alun-Alun Kota Malang, harapan itu dipanjatkan agar delapan orang yang masih dalam pencarian segera ditemukan dan kembali kepada keluarga dalam keadaan selamat.( Eno).