Empat Guru Besar Dikukuhkan, LLDIKTI Sebut Unimerz Makassar Cetak Prestasi Spektakuler
Makassar | Serulingmedia.com – Universitas Megarezky Makassar atau Universitas Megarezky kembali menorehkan capaian akademik membanggakan dengan mengukuhkan empat guru besar baru dalam sebuah prosesi akademik yang berlangsung di kampus Unimerz Makassar, Sabtu (23/5/2026).
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Andi Lukman, yang menyebut pencapaian Unimerz sebagai terobosan spektakuler bagi perguruan tinggi yang tergolong masih muda.
“Ini keberhasilan dan terobosan yang sangat spektakuler bagi Unimerz Makassar sebagai perguruan tinggi yang masih terbilang muda. Ini menunjukkan bahwa dosen di lembaga pendidikan tinggi ini memiliki motivasi yang sangat luar biasa untuk maju menyongsong era peradaban baru yang penuh tantangan,” ujarnya.
Menurut Andi Lukman, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari banyaknya guru besar, tetapi juga kemampuan membangun penguatan kurikulum dan kualitas akademik secara menyeluruh.
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari tata kelola kampus yang berjalan baik melalui sinergi antara penyelenggara dan pengelola kampus dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta pengembangan sumber daya manusia.
“Kami terus mendorong penguatan kualitas SDM. Kalau sumber daya manusia unggul, maka kualitas institusinya juga semakin baik,” katanya.
Dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar, Prof. Dr. Muhammad Tahir Malik menyoroti transformasi sistem politik Indonesia di era digital yang dinilainya menjadi keniscayaan yang tidak dapat dihindari.
Menurutnya, teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap demokrasi, tata kelola pemerintahan, dan ketahanan kebangsaan. Namun, transformasi tersebut harus dikelola secara bijaksana agar tidak mengancam persatuan nasional dan kualitas demokrasi.
“Indonesia membutuhkan sistem politik yang adaptif, demokratis, transparan, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan literasi digital, reformasi tata kelola pemerintahan, pengembangan demokrasi substantif, serta revitalisasi wawasan kebangsaan agar Indonesia mampu menghadapi tantangan era digital dengan optimisme.
“Sebagai akademisi, kita memiliki tanggung jawab moral menjaga integritas ilmu pengetahuan yang mengarahkan transformasi digital bagi kemajuan bangsa,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua BPH Yayasan Pendidikan Islam Megarezky, Dr. H. Alimuddin, menyebut keberadaan guru besar menjadi salah satu indikator penting kualitas perguruan tinggi.
Karena itu, pihak yayasan berkomitmen terus mendorong penambahan jumlah guru besar setiap tahun dengan memberikan pendampingan administrasi dan akademik kepada para dosen.
“Kami terus memfasilitasi para dosen sehingga bisa mencapai jabatan akademik tertinggi sebagai guru besar. Pihak yayasan memastikan pendampingan terhadap berbagai kebutuhan administrasi dan akademik sehingga Unimerz terus berkembang dan unggul,” ujarnya.
Adapun empat akademisi yang dikukuhkan sebagai guru besar oleh Rektor Universitas Megarezky, Prof. Dr. Anwar Ramli, yakni Prof. Dr. Muhammad Tahir Malik, Prof. Dr. Ali Hanafi, Prof. Dr. Asri, dan Prof. Dr. Hj. Masila.(Yah/Eno).






