Dua Mahasiswa UIN Malang Bawa Nama Indonesia di Forum Kewirausahaan Islam MABIMS Brunei
Brunei Darussalam | Serulingmedia.com – Dua mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Shandyka Naraya Sukma dan Mirza Naashirotul Ummah, membawa nama kampus dan Indonesia dalam Bengkel Keusahawanan Belia Islam MABIMS 2026 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.
Kegiatan internasional tersebut berlangsung pada 17–20 Agustus 2026 dan diikuti pemuda dari negara-negara anggota MABIMS. Forum ini mengangkat isu kewirausahaan, kepemimpinan, inovasi, serta pengembangan bisnis digital bagi generasi muda Muslim.
Kementerian Agama Republik Indonesia sebelumnya meminta UIN Malang mengirimkan dua peserta, masing-masing satu mahasiswa laki-laki dan satu mahasiswa perempuan. Shandyka dan Mirza kemudian dipercaya menjadi delegasi UIN Malang dalam forum tersebut.
Pada hari pertama, Senin (17/8/2026), keduanya tiba di Bandar Seri Begawan sekitar pukul 08.45 waktu setempat. Tak lama setelah kedatangan, mereka langsung mengikuti rangkaian kegiatan bengkel di Mulia Hotel.
Agenda pertama adalah Sesi 1: Startup Muslim: Kemahiran & Strategi Perniagaan yang berlangsung pukul 09.30–12.00. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan wawasan mengenai keterampilan dan strategi membangun serta mengembangkan usaha.
Materi tersebut menjadi bekal penting bagi peserta untuk memahami bagaimana membangun bisnis yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memiliki daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.
Setelah sesi pertama, peserta mendapatkan waktu untuk makan siang, melaksanakan salat Zuhur, dan beristirahat. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pukul 14.00–16.00 melalui Sesi 2: Perbincangan & Pembentangan Landskap Keusahawanan Belia Islam MABIMS.
Sesi kedua menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai kondisi, peluang, dan tantangan kewirausahaan pemuda Islam melalui paparan dari empat negara anggota MABIMS.
Bagi Shandyka dan Mirza, keikutsertaan dalam forum tersebut tidak sekadar mengikuti kegiatan internasional. Keduanya juga memperoleh kesempatan membangun jejaring, bertukar gagasan, serta mengenal perspektif pemuda dari negara-negara anggota MABIMS.
Pengalaman tersebut diharapkan memperluas wawasan mahasiswa UIN Malang dalam mengembangkan gagasan kewirausahaan sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi tantangan dunia bisnis yang semakin terkoneksi secara global.
Kepala Pusat Urusan Internasional (International Office) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Faridatun Nikmah, M.Pd., mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam forum internasional menjadi bagian penting dari upaya kampus memperluas pengalaman dan jejaring global mahasiswa.
Menurut Faridatun, mahasiswa perlu memperoleh ruang untuk berinteraksi langsung dengan pemuda dari berbagai negara. Pengalaman tersebut dinilai dapat memperkaya wawasan mahasiswa, tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga kepemimpinan, kewirausahaan, inovasi, dan kerja sama internasional.
“Keikutsertaan mahasiswa UIN Malang dalam forum internasional seperti Bengkel Keusahawanan Belia Islam MABIMS ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperluas wawasan, pengalaman, dan jejaring mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar dari narasumber, tetapi juga mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan pemuda dari negara-negara MABIMS,” ujar Faridatun.
Ia menambahkan, pengalaman internasional diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang lebih percaya diri dalam membawa gagasan dan potensi UIN Malang ke ruang yang lebih luas.
Rangkaian Bengkel Keusahawanan Belia Islam MABIMS 2026 masih berlanjut. Agenda berikutnya akan berfokus pada kewirausahaan digital dan pemanfaatan media sosial untuk pengembangan bisnis, serta kunjungan yang memberikan inspirasi langsung dari para usahawan lokal di Brunei Darussalam.
Keikutsertaan Shandyka dan Mirza sekaligus mempertegas peran mahasiswa UIN Malang sebagai generasi muda yang tidak hanya aktif di lingkungan akademik, tetapi juga siap berkompetisi, berjejaring, dan membawa gagasan ke tingkat internasional. ( Eno).






