AGT Vol. 4 Tutup PROJADI Al Izzah, Santriwati Unjuk Bakat dan Karakter

1841070_11zon

Batu | Serulingmedia.com — Panggung Megahall Al Izzah International Islamic Boarding School Batu menjadi ruang pembuktian bagi santriwati baru SMP Al Izzah Batu.

 

Melalui Al Izzah Got Talent (AGT) Volume 4, mereka menunjukkan bakat, kreativitas dan keberanian sebagai hasil pembinaan Program Jati Diri (PROJADI) 2026.

 

Kegiatan yang digelar Jumat (7/8/2026) tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian PROJADI yang diikuti seluruh santri baru kelas VII SMP Al Izzah Batu.

 

Sejumlah guru turut terlibat sebagai juri dalam berbagai perlombaan yang disiapkan panitia.


AGT Vol. 4 menghadirkan beragam kategori lomba. Di antaranya yel-yel kelas, komik Islami, kaligrafi, story telling, cerdas cermat, pidato dan MC, tartil hingga sambung ayat.

 

Berbagai penampilan tersebut tidak hanya menjadi tontonan. Setiap peserta membawa hasil latihan dan pembinaan yang mereka jalani selama mengikuti PROJADI.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi santriwati untuk menguji keberanian dan mengenali potensi dirinya.

Program PROJADI tidak semata-mata diarahkan untuk mengenalkan lingkungan sekolah dan kehidupan pendidikan di Al Izzah. Program tersebut juga menjadi tahap awal pembentukan karakter, adaptasi, pengembangan potensi serta penumbuhan rasa percaya diri para santriwati.

 

Melalui perlombaan, nilai-nilai tersebut dipraktikkan secara langsung. Lomba yel-yel kelas menuntut kekompakan dan kerja sama. Story telling, pidato dan MC melatih keberanian berbicara di depan publik. Cerdas cermat mengasah kemampuan berpikir cepat, sedangkan kaligrafi dan komik Islami menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas.

Adapun tartil dan sambung ayat memberikan ruang bagi santriwati untuk menunjukkan kemampuan keagamaan sekaligus memperkuat nilai religius yang menjadi bagian dari pendidikan di Al Izzah.

Bukan Sekadar Mengejar Juara

Bagian Kesiswaan SMP Putri Al Izzah, Ustadz Chandra, mengatakan AGT menjadi salah satu cara memberikan ruang kepada santriwati untuk menunjukkan potensi yang telah berkembang selama PROJADI.

Menurutnya, setiap santriwati memiliki bakat dan kemampuan yang berbeda sehingga membutuhkan ruang untuk ditampilkan, dilatih dan dikembangkan.

 

“Melalui AGT ini, kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak untuk berani tampil, menunjukkan potensi dan kreativitas mereka. Yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana mereka berproses, percaya diri dan mampu bekerja sama,” ujar Ustadz Chandra.

 

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama PROJADI dan AGT tidak berhenti setelah acara berakhir. Bakat yang mulai terlihat diharapkan terus mendapatkan pembinaan sehingga dapat berkembang menjadi prestasi.

“Kami berharap setelah PROJADI ini mereka semakin mengenal dirinya, semakin percaya diri dan bisa mengembangkan potensi yang dimiliki. Bakat yang sudah terlihat hari ini mudah-mudahan terus dibina sehingga ke depan bisa menjadi prestasi,” katanya.

 

Menurut Chandra, proses pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran akademik. Pengalaman tampil di depan publik, bekerja sama, berlatih, berkompetisi hingga menerima hasil merupakan bagian dari pembentukan karakter.

 

Karena itu, kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan AGT. Keberanian mencoba, kedisiplinan berlatih, kreativitas, sportivitas dan kemampuan bekerja dalam tim menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Ustadz Chandra Tutup AGT 2026

Setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian apresiasi kepada para peserta dan pemenang AGT Vol. 4.

 

Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, dedikasi dan semangat para santriwati dalam mengembangkan potensi diri.

Ustadz Chandra kemudian secara resmi menutup rangkaian AGT 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan apresiasi kepada seluruh santriwati yang telah berani tampil dan mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.

“Terima kasih kepada seluruh santriwati yang sudah berani tampil dan memberikan yang terbaik. Jadikan pengalaman di AGT ini sebagai bekal untuk terus berkembang. Jangan berhenti hanya karena perlombaan sudah selesai, tetapi terus kembangkan potensi dan bakat yang kalian miliki,” ujarnya.

Penutupan AGT Vol. 4 sekaligus menandai berakhirnya rangkaian PROJADI 2026. Namun berakhirnya program tersebut menjadi awal bagi para santriwati untuk melanjutkan proses pembelajaran dan pengembangan diri di lingkungan Al Izzah.

Dari panggung AGT, para santriwati tidak hanya membawa pengalaman mengikuti perlombaan. Mereka juga membawa pelajaran tentang keberanian, kerja sama, kreativitas, disiplin dan sportivitas.

Sebab jati diri tidak lahir dalam sehari. Ia tumbuh melalui proses, keberanian mencoba, pengalaman menghadapi tantangan, serta kemauan untuk terus mengembangkan potensi diri. ( Eno)