Bangkitkan Generasi Digital Berakhlak: DIGIFEST UIN Maliki 2025 Jadi Simbol Sinergi Ilmu, Teknologi, dan Iman

REKTOR DIGIFEST

Malang I Serulingmedia.com  — Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan sejarah dengan menghadirkan DIGIFEST UIN MALIKI 2025, sebuah festival digital bertabur inovasi yang mengintegrasikan teknologi canggih, nilai edukatif, dan prinsip keislaman dalam satu panggung besar. Festival ini secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Maliki, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, di Maliki Plaza pada Jumat (23/5/2025 ), menjadi puncak dari perjalanan inovatif Program Studi Teknik Informatika.

Hadir dalam pembukaan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Suwarjana, SE., MM., dan Prof. Dr. Bisri, M.Si, pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, memberikan semangat tersendiri bagi generasi muda digital. Prof. Bisri menegaskan pentingnya pembelajaran berbasis digital untuk generasi Z saat ini.

“Smart digital learning sangat sesuai dengan karakter anak-anak masa kini, sesuai sabda Nabi: ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya,” ungkapnya penuh semangat.

Festival Inovasi yang Merakyat dan Bernilai Islami

DIGIFEST tidak hanya memamerkan teknologi terkini seperti Internet of Things (IoT), Mobile AI Lab, Smart Farming, dan berbagai karya kreatif mahasiswa, namun juga menjadi ajang kolaboratif lintas sektor. Acara ini melibatkan Prodi Teknik Informatika, Yayasan Bahrul Maghfiroh, dan Dinas Pendidikan Kota Malang dalam sinergi apik.

Salah satu inovasi yang paling disorot adalah peluncuran Mobile AI Lab, mobil pintar berteknologi tinggi yang berfungsi sebagai laboratorium berjalan untuk edukasi kecerdasan buatan dan pertanian cerdas berbasis AI. “Konsep ini murni digagas oleh Prodi Teknik Informatika UIN Maliki,” ujar Ketua Pelaksana, Dr. Fachrul Kurniawan, MT.

Membentuk Generasi Digital yang Tangguh dan Beretika

Rektor UIN Maliki, Prof. Zainuddin, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan teknologi sebagai alat untuk membentuk insan berakhlak dan berdaya saing.

“DIGIFEST adalah simbol nyata dari semangat Connect, Create, Celebrate Digital Education. Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tapi juga memiliki fondasi iman yang kuat,” tegasnya.( Eno )

Namun, beliau juga mengingatkan untuk tidak terlena dengan kecanggihan teknologi semata. “AI dan big data penting, tetapi jangan sampai mengosongkan daya pikir kita. Ulama terdahulu menguatkan diri lewat tradisi menghafal dan berpikir mendalam,” tambahnya.

Bukti Kolaborasi Tanpa Batas

Menariknya, hampir seluruh rangkaian DIGIFEST terselenggara tanpa dana dari kampus, kecuali sesi kuliah tamu. Ini menunjukkan kekuatan kolaborasi antara akademisi, industri, pemerintah, dan komunitas pesantren sebagai bentuk nyata dari pendidikan yang membumi.

DIGIFEST UIN MALIKI 2025 menjadi lebih dari sekadar festival—ia adalah gerakan, semangat, dan panggilan untuk mencetak generasi unggul, berakhlak, dan siap bersaing di era digital global. “Dari Malang untuk Dunia, Mari Ciptakan Generasi Digital yang Cerdas dan Beretika!” ( Eno )