Porprov Jatim IX di Ambang Sepi! Malang Raya Harus Bangkit Jadi Tuan Rumah Hebat.

IMG_20250521_075132

Malang | Serulingmedia.com – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur ke-9 yang akan digelar pada 28 Juni hingga 5 Juli 2025 di wilayah Malang Raya mestinya menjadi ajang kebanggaan bersama.

Dengan ribuan atlet dan kontingen yang datang dari seluruh penjuru Jawa Timur, perhelatan ini seharusnya menjadi momen emas untuk unjuk gigi—baik dalam bidang olahraga, pariwisata, UMKM, maupun perhotelan.
Namun, sayangnya, geliat Porprov masih belum terasa di tengah masyarakat.

Dr. A. Faidlal Rahman, SE. Par., M.Sc., CHE., tourismologist dari Universitas Brawijaya, menyoroti minimnya gaung Porprov Jatim IX.

Ia menyayangkan bahwa hingga kini belum tampak tanda-tanda sosialisasi masif, baik dalam bentuk baliho, spanduk, maupun kampanye visual lainnya di pintu masuk kota/kabupaten se-Malang Raya.

“Event ini event besar, menggunakan dana negara yang tidak kecil. Tapi gaungnya belum terasa. Masyarakat banyak yang bahkan belum tahu,” ungkap Faid panggilan akrab, Faidlal Rahman Rabu (21/5/2025).

Menurut Faid, Porprov Jatim IX seharusnya dimanfaatkan sebagai momen promosi daerah secara menyeluruh.

Sektor pariwisata, pelaku UMKM, hingga industri perhotelan bisa memperoleh manfaat besar jika sejak awal dilibatkan dalam persiapan.

Misalnya, hotel-hotel dapat menyiapkan paket khusus, desa wisata menyusun program atraktif, dan UMKM mencetak produk dengan logo Porprov sebagai souvenir khas.

Lebih jauh, Faid juga menyoroti persoalan kesiapan Kota Batu sebagai salah satu tuan rumah. Kota yang relatif kecil dengan infrastruktur jalan terbatas itu berpotensi mengalami kemacetan parah saat ribuan orang datang bersamaan.

“Apakah sudah dipikirkan kemacetan yang akan terjadi? Adakah solusi konkret, seperti rekayasa lalu lintas atau tambahan kantong parkir?” ujarnya menegaskan.

Faid juga mempertanyakan koordinasi lintas daerah yang seharusnya sudah dilakukan sejak jauh hari. Menurutnya, promosi dan persiapan teknis seharusnya tidak hanya menjadi urusan panitia, melainkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan media, akademisi, pelaku wisata, hingga komunitas lokal.

“Logo Porprov IX Kota Batu saja sudah diluncurkan, tapi tidak digunakan secara luas. Sayang sekali kalau potensi branding sebesar ini tidak dimaksimalkan,” tambahnya.

Porprov Jatim IX bukan hanya soal kompetisi, melainkan soal kolaborasi. Ini adalah kesempatan bagi Malang Raya untuk menunjukkan jati diri sebagai tuan rumah yang profesional dan membanggakan.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan semangat gotong royong, Porprov dapat meninggalkan warisan yang jauh melampaui sekadar medali—yakni semangat, persatuan, dan kesejahteraan masyarakat.( Eno ).