Konsulat-Jenderal Australia dan Pemprov Bali Perkuat Kampanye Perilaku Wisatawan

Screenshot_2025-03-13-16-56-06-718_com.android.chrome-edit

Bali I Serulingmedia.com  – Konsulat-Jenderal Australia di Bali bekerja sama erat dengan Pemerintah Provinsi Bali untuk mendorong wisatawan asing agar menghormati budaya, hukum, dan peraturan setempat. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan wisata yang lebih tertib dan nyaman bagi semua pihak.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Rabu (13/3/2025), Konsul-Jenderal Australia di Bali, Jo Stevens, dan Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun, membahas panduan perilaku wisatawan yang berisi hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan (do’s and don’ts) selama berada di Bali.

“Ini adalah panduan yang sangat jelas dan bermanfaat bagi pengunjung pulau yang indah ini. Saya mendorong semua warga Australia untuk menghormati budaya unik Bali dan mengikuti ‘do’s and don’ts’ demi kunjungan yang aman dan menyenangkan,” ujar Konsul-Jenderal Stevens.

Ia juga mengungkapkan bahwa Bali merupakan destinasi favorit warga Australia, dengan lebih dari 1,5 juta kedatangan pada tahun 2024. Dari jumlah tersebut, hanya sedikit yang memerlukan bantuan konsuler, menunjukkan bahwa sebagian besar wisatawan menikmati liburan yang aman dan menyenangkan.

“Tren positif ini perlu terus dijaga, agar wisatawan tetap bisa menikmati Bali dengan menghormati budaya dan mendukung perekonomian lokal,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Konsulat-Jenderal Australia di Bali terus bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali dalam mempromosikan perilaku wisatawan yang hormat melalui kampanye media sosial dan panduan perjalanan daring Smartraveller dari Pemerintah Australia. Panduan ini memuat informasi terkait peraturan di Bali, serta peringatan bahwa pelanggaran terhadap budaya, hukum, dan norma setempat dapat berujung pada hukuman pidana atau deportasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun, mengapresiasi dukungan Konsulat-Jenderal Australia terhadap upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran wisatawan.

“Bali seperti rumah kedua bagi warga Australia, dan kami berharap semua wisatawan asing dapat menghormati budaya, hukum, serta menjaga kelestarian lingkungan Bali,” ujarnya.

Upaya ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kesadaran wisatawan asing terhadap pentingnya berperilaku sopan dan menghormati nilai-nilai lokal, sehingga Bali tetap menjadi destinasi wisata yang nyaman dan berkelanjutan bagi semua pihak.( Whn )