Merayakan Dies Natalis STIMATA dengan Nuansa Budaya Jepang di TSUYORI Festival 2024

TSUYORI.jpeg1

Malang I Serulingmedia.com – Ratusan milenial memadati panggung terbuka Kampus STMIK Pradnya Paramita (STIMATA) Malang pada Minggu malam,(15/12/2024).

Gelaran TSUYORI Festival Jejepangan 2024 menjadi magnet bagi para pencinta budaya Jepang sekaligus momentum istimewa dalam peringatan Dies Natalis STIMATA. Dengan konsep yang penuh warna dan meriah, festival ini sukses mencuri perhatian, tak hanya dari kalangan mahasiswa, tetapi juga komunitas milenial di Jawa Timur.

Dr. Weda Adistianaya Dewa, S.Kom., MMSI, selaku Koordinator Acara dan Kepala BAAK STIMATA Malang, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan TSUYORI yang kedua ini bertujuan lebih dari sekadar memeriahkan ulang tahun kampus.

“Selain merayakan Dies Natalis, acara ini menjadi wahana pembinaan dan pencarian bakat generasi muda dalam bidang seni dan musik. Kami berharap acara ini dapat menarik minat generasi muda, khususnya pencinta budaya Jepang, untuk mengenal lebih dekat kampus kami,” ungkapnya.

TSUYORI Festival 2024 menghadirkan beragam kegiatan menarik, seperti kompetisi J-Song, Coswalk, dan Cosplay. Puncaknya adalah konser panggung terbuka yang menampilkan bintang tamu populer di Jawa Timur, di antaranya Stellaria, Nozomi No Kisetsu, Idolize, Akarui, dan Klab Karaoke Konoha. Kehadiran mereka menambah semarak suasana, menyuguhkan nuansa otentik budaya Jepang yang begitu dirindukan para penggemarnya.

Untuk menambah kualitas kompetisi, STIMATA juga menghadirkan juri ternama seperti Ryan Nowe dan Renata Angel dan Piikappi. Dipandu oleh MC Juyu yang energik, kompetisi ini memberikan tantangan sekaligus hiburan bagi para peserta dan penonton.

Salah satu daya tarik TSUYORI Festival 2024 adalah kehadiran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menyajikan aneka kuliner ala Jepang. Para pengunjung dapat menikmati beragam makanan khas, seperti takoyaki, okonomiyaki, sushi, hingga ramen. Kehadiran UMKM ini tidak hanya memperkaya suasana festival, tetapi juga memberikan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mempromosikan produk mereka.

“Kolaborasi dengan UMKM ini menjadi salah satu langkah kami untuk mendukung pengusaha lokal sekaligus menghadirkan pengalaman yang autentik bagi para pengunjung. Kami ingin pengunjung tidak hanya menikmati budaya Jepang dari seni dan musik, tetapi juga dari cita rasa kulinernya,” jelas Dr. Weda.

TSUYORI Festival tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana untuk menjembatani STIMATA dengan komunitas milenial. Kampus ini ingin dikenal tidak hanya sebagai institusi pendidikan teknologi, tetapi juga sebagai tempat yang mendukung pengembangan kreativitas generasi muda.

“Kami ingin menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, di mana mahasiswa bisa mengembangkan bakat mereka sambil tetap menikmati budaya yang mereka sukai,” lanjut Dr. Weda.

Dengan suksesnya penyelenggaraan tahun ini, STIMATA semakin menegaskan posisinya sebagai kampus yang inovatif dan ramah generasi muda. TSUYORI Festival menjadi contoh nyata bagaimana budaya pop seperti Jejepangan dapat menjadi medium efektif untuk mendekatkan kampus kepada masyarakat luas.

Ke depan, diharapkan festival seperti ini terus berkembang, membawa dampak positif bagi pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat semangat kreativitas dan kewirausahaan yang menjadi ciri khas STIMATA Malang.( Eno ).