Nurochman Hadiri Undangan Warga Kampung Anyar, Tegaskan Program Pendidikan Berkelanjutan
Batu | Serulingmedia.com — Calon Wali Kota Batu nomor urut satu, Nurochman, yang berpasangan dengan Heli Suyanto, menghadiri undangan warga RT 4 RW 3 Kampung Anyar, Kelurahan Sisir Kecamatan Kota Batu.
Acara yang berlangsung pada Sabtu malam (9/11/2024), ini menjadi ajang bagi Nurochman untuk memperkenalkan program unggulannya, sekaligus berdialog dengan warga mengenai visi dan misinya.

Ketua RT 4, Khoirul Islam, mengapresiasi kesediaan Nurochman hadir di acara tersebut meski ada warga yang memiliki pilihan berbeda dalam Pilkada.
“Ini sebagai bukti Cak Nur tidak tebang pilih dalam mendatangi undangan warga. Kami mendengar konsep yang dijanjikan Cak Nur, dan memang masuk logika,” ujar Khoirul dalam sambutannya.
Taufan Alimudin, moderator acara sekaligus teman sekolah Nurochman, juga menyatakan kebanggaannya. Menurutnya, kehadiran seorang calon pemimpin asli Batu merupakan langkah yang baik, karena lebih memahami kebutuhan dan aspirasi masyarakat Batu.
“Selama ini kita hanya penonton, kini saatnya menjadi pemain di kota sendiri,” kata Taufan.
Dalam kesempatan itu, Nurochman menyampaikan program-program yang diusungnya bukan sekadar janji, melainkan akan dia catat dan wujudkan.
“Kalau janji saya tidak ditepati, saya tidak akan lari ke luar kota, karena rumah saya di sini, dan saya pasti malu jika tidak memenuhi janji kepada teman-teman sendiri,” tegas Nurochman.
Salah satu program utama yang disampaikannya adalah inisiatif mencetak 50 sarjana di setiap desa atau kelurahan di Kota Batu. Nurochman menekankan bahwa program ini telah melalui kajian matang, termasuk berkoordinasi dengan perguruan tinggi negeri di Malang terkait biaya pendidikan yang realistis.
Menurutnya, biaya kuliah di Universitas Brawijaya, misalnya, berkisar antara Rp500 ribu hingga Rp23 juta per semester, jauh dari klaim beberapa pihak yang menyebutkan biaya kuliah mencapai Rp40 hingga Rp50 juta di Jawa Timur.
Nurochman juga menyinggung pernyataan dari pasangan calon lain yang menjanjikan satu sarjana per kepala keluarga di Kota Batu, yang jumlahnya sekitar 72 ribu KK.

Menurut Nurochman, program tersebut kurang realistis jika melihat anggaran APBD Kota Batu yang hanya sebesar Rp1,2 triliun.
“Kalau harus mencetak sarjana untuk tiap KK dengan biaya sebesar itu, totalnya bisa mencapai hingga Rp3,6 triliun, itu tidak realistis, sementara kita harus mempertimbangkan kebutuhan lain selain pendidikan,” jelas Nurochman.
Sebaliknya, ia menegaskan bahwa gagasan mencetak 50 sarjana tiap desa atau kelurahan lebih memungkinkan. Dengan total 24 desa dan kelurahan, Kota Batu bisa mencetak sekitar 1.200 sarjana per tahun.
Nurochman juga menjelaskan bahwa biaya kuliah sebesar 50 persen akan dibantu Pemkot Batu, terutama bagi warga yang sangat membutuhkan, dan akan melibatkan CSR dari perusahaan-perusahaan di Batu untuk turut serta dalam pembiayaan.
Pasangan calon nomor satu ini menekankan bahwa program yang diusung tidak muluk-muluk dan bertujuan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Batu.
“Kami hadir dengan janji yang dapat direalisasikan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Batu,” pungkas Nurochman.( Eno ).
.






