Inovasi Batik Sawur: Kebanggaan Baru Warga Sidomulyo Batu Menuju Kemandirian Ekonomi

Batik sawur.jpeg4

Batu I Serulingmedia.com – Inovasi merupakan kunci penting dalam menggerakkan perubahan, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini tercermin dari apresiasi Dewanti Rumpoko, anggota DPRD Jawa Timur sekaligus mantan Walikota Batu, terhadap warga RT 02 RW 10 Dusun Sukorembug, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, yang menciptakan kerajinan batik dengan teknik baru bernama Batik Sawur. Kreativitas warga ini tidak hanya mencerminkan kecintaan mereka terhadap seni, tetapi juga potensi besar untuk meningkatkan ekonomi lokal.

Dalam acara Gebyar Batik Sawur yang diadakan pada Minggu siang (13/10/2024), Dewanti menunjukkan partisipasi aktif dengan turut mencoba teknik membatik yang unik ini. Teknik Batik Sawur adalah hasil penemuan Ali Omah Chariyah, seorang warga setempat yang berusia 66 tahun. Secara tidak sengaja, teknik ini ditemukan ketika putri Ali, Gali Arviana, sedang menyebarkan pupuk urea di kebun bunga. Pupuk tersebut mengenai kain batik yang masih basah dan membentuk pola baru yang kemudian dikembangkan menjadi teknik membatik inovatif.

Penemuan ini memperlihatkan betapa pentingnya kreativitas dalam kehidupan sehari-hari. Ali Omah Chariyah dan keluarganya berhasil mengubah situasi yang tampak sederhana menjadi sebuah temuan yang berpotensi besar. Proses kreatif yang dimulai dari kebetulan ini telah mendorong warga Dusun Sukorembug untuk berpartisipasi dalam pembuatan batik secara massal, meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong kebersamaan di antara mereka.

Dewanti Rumpoko mengapresiasi inisiatif warga tersebut, dengan harapan agar inovasi ini terus berkembang. Ia menekankan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya meningkatkan kreativitas, tetapi juga menjadi upaya konkret dalam memperkuat ekonomi keluarga. Semakin berkembangnya Batik Sawur diharapkan dapat memberikan penghasilan tambahan bagi warga dan menguatkan perekonomian lokal Sidomulyo.

“Saya bangga dan mengapresiasi inisiatif warga RT 02 RW 10 Dusun Sukorembug yang mampu menggerakkan komunitas untuk berkarya bersama dalam membuat Batik Sawur secara massal. Semoga upaya ini terus berkembang sebagai langkah peningkatan ekonomi keluarga dan kebersamaan,” ungkap Dewanti usai mencoba teknik batik Sawur.

Kepala Desa Sidomulyo, Suharto, juga menyadari pentingnya inovasi ini. Menurutnya, Batik Sawur tidak hanya bisa menjadi kegiatan produktif warga, tetapi juga dapat memperkuat identitas desa Sidomulyo yang selama ini dikenal sebagai pusat wisata bunga. Dengan pelatihan yang diberikan kepada seluruh warga RT 02, Suharto berharap Batik Sawur bisa menjadi ikon Sidomulyo dan diakui secara luas sebagai produk unggulan yang dipatenkan.

“Saya sangat mendukung pelatihan ini. Sidomulyo sudah dikenal sebagai sentra wisata bunga, dan kini kami akan mempromosikan Batik Bunga Sawur sebagai ikon desa. Kami juga berencana untuk mematenkan teknik ini sebagai warisan Sidomulyo,” ujar Suharto.

Dukungan penuh juga datang dari Didik Machmud, anggota DPRD Kota Batu. Ia bangga dengan kreativitas warganya yang mampu menciptakan teknik membatik baru ini. Didik bahkan menyampaikan rencananya untuk menginformasikan kepada masyarakat luas bahwa Sidomulyo kini memiliki Batik Sawur yang unik dan tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia. Dengan demikian, Batik Sawur bukan hanya sekadar produk kreatif, tetapi juga simbol kebanggaan warga Sidomulyo.

“Sebagai warga Sidomulyo, saya sangat bangga dengan kreativitas ini. Kami bisa memenuhi kebutuhan seragam desa dan warga dengan karya sendiri, dan saya akan menginformasikan kepada masyarakat luas bahwa Sidomulyo kini memiliki teknik membatik baru yang unik,” ujar Didik.

Secara lebih luas, inovasi Batik Sawur dapat menjadi contoh nyata bagaimana sebuah komunitas mampu berkembang dengan memanfaatkan sumber daya dan kreativitas yang ada di sekitarnya. Dari kegiatan membatik yang awalnya bersifat lokal, kini Batik Sawur memiliki potensi besar untuk menjadi produk yang lebih dikenal, baik di tingkat regional maupun nasional. Ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong perekonomian berbasis kreativitas dan kearifan lokal.

Acara Gebyar Batik Sawur yang dihadiri oleh puluhan warga RT 02 RW 10 menjadi bukti bahwa warga setempat antusias mendukung inovasi ini. Dengan dukungan dari berbagai pihak, Batik Sawur diharapkan dapat terus berkembang, tidak hanya sebagai bentuk ekspresi seni tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Sidomulyo kini tidak hanya dikenal sebagai pusat wisata bunga, tetapi juga sebagai inovator dalam seni kerajinan batik, sebuah kebanggaan yang layak diapresiasi dan didukung penuh.( Eno )