Puluhan Baliho Paslon Nurochman–Heli Suyanto Dirusak, Tim Pemenangan Akan Laporkan ke Bawaslu
Batu I Serulingmedia.com – General Manager Pemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Nurochman–Heli Suyanto, Asep Ghozy, mengungkapkan bahwa puluhan alat peraga kampanye (APK) milik paslon tersebut telah dirusak oleh orang tak dikenal. Berdasarkan data yang diterima timnya, terdapat enam titik baliho yang mengalami perusakan, tersebar di tiga kecamatan di Kota Batu, yakni Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, dan Kecamatan Junrejo.
“Jumlah terbanyak ada di Kecamatan Junrejo, dengan empat titik. Di Desa Tlekung ditemukan dua titik yang dirusak. Selain itu, di Sekar Putih, Desa Pendem, dan Desa Beji Jalan Soekarno masing-masing ada satu titik perusakan, dan kemungkinan masih ada lainnya,” ungkap Asep dalam rapat sosialisasi aturan kampanye yang digelar KPU Kota Batu di Hotel Golden Hill, Kamis (10/10/2024).
Asep menambahkan bahwa tim pemenangan yakin tindakan perusakan tersebut tidak dilakukan oleh tim pasangan calon lain yang sedang bersaing dalam Pilkada Kota Batu 2024. “Kami percaya ini dilakukan oleh pihak yang ingin membuat suasana di Kota Batu menjadi keruh, bukan oleh tim lawan,” tegasnya.
Ia juga menyebut bahwa tindakan ini jelas mencederai proses demokrasi di Kota Batu. Tim pemenangan berencana melaporkan kejadian ini ke Polres Batu dan Bawaslu Kota Batu dalam waktu dekat. “Kami menginginkan suasana kampanye yang bersih dan sportif,” lanjut Asep.
Ketua Bawaslu Kota Batu, Supriyanto, menegaskan pentingnya laporan terkait perusakan APK. Ia mengingatkan paslon yang merasa dirugikan agar segera melapor dalam waktu paling lambat tujuh hari setelah kejadian.
“Kami berkomitmen untuk memproses laporan tersebut bersama pihak terkait, termasuk kepolisian dan kejaksaan,” jelas Supriyanto.
Supriyanto juga menambahkan bahwa tindakan perusakan APK sering kali tidak dilakukan oleh pesaing politik, melainkan oleh individu-individu yang tidak memahami aturan kampanye. “Berdasarkan pengalaman di pilkada sebelumnya, beberapa pelaku perusakan baliho ternyata anak jalanan yang menggunakan baliho sebagai selimut ketika tidur,” katanya.
Ia menutup pernyataannya dengan mengungkapkan bahwa perusakan sering kali dilakukan tanpa niat buruk, melainkan karena APK dianggap tidak berharga oleh sebagian orang. “Beberapa di antaranya bahkan digunakan untuk menutup kandang sapi atau kambing,” pungkas Supriyanto.( Eno ).






