Rektor UIN Malang Tekankan Kolaborasi, Sinergi, dan Networking dalam Penerimaan Mahasiswa Baru
Malang I Serulingmedia.com – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA., menegaskan pentingnya tiga hal krusial dalam proses penerimaan mahasiswa baru, yaitu kolaborasi, sinergi, dan networking. Ketiga elemen tersebut dianggap esensial untuk mendukung pengembangan kampus berlogo Ulul Albab ini.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Evaluasi Penerimaan Mahasiswa Baru SPAN-PTKIN Tahun 2024 yang berlangsung di Hall Hotel Royal Senyiur Prigen, Kabupaten Pasuruan, Kamis malam (26/9/2024). Dalam sambutannya, Rektor menyebutkan bahwa kolaborasi yang luas dapat memberikan dampak positif bagi kualitas dan akreditasi UIN Malang.
“Luasnya kerjasama juga menaikkan level dan melancarkan jalan kita menuju Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum,” tegas Zainuddin.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., menambahkan bahwa UIN Malang perlu membuka peluang kerjasama dengan mitra yang lebih beragam, baik dalam maupun luar negeri. Ia menjelaskan bahwa selama setahun terakhir, pihak kampus telah melakukan benchmarking ke berbagai lembaga untuk memperkuat kerjasama.
“Harapannya, di tahun depan kita bisa mendapatkan mahasiswa baru dari special admission,” ungkap Umi Sumbulah.
Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag., juga menggarisbawahi pentingnya memantau jalur penerimaan dengan peminat tinggi agar kampus dapat fokus pada peningkatan di jalur-jalur tersebut.
Ketua Kantor Admisi, Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., MH., menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan promosi intensif ke berbagai sekolah dan pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Hasil kerja ini menunjukkan peningkatan minat dari kalangan lulusan pesantren, dengan 47% mahasiswa baru UIN Malang tahun ini berasal dari latar belakang pesantren, sesuai survei Pusat Ma’had Al Jami’ah.
“Ini menunjukkan betapa pentingnya memperluas kerjasama dengan pondok pesantren untuk meningkatkan jumlah mahasiswa baru,” kata Miftahul Huda.
Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru, Imam Ahmad, menuturkan bahwa jumlah mahasiswa baru UIN Malang tahun 2024 mengalami peningkatan. Ia dan timnya bekerja dengan dukungan para pimpinan UIN Malang sejak jauh hari. Alhasil, proses penerimaan maba tidak mengecewakan.
Imam Ahmad sangat setuju jika kampus ingin mendapatkan mahasiswa sebanyak mungkin. Jumlah mahasiswa yang banyak tentu menjadi poin plus saat akreditasi. Namun, menurutnya, pihak kampus harus komitmen dengan standar minimum penerimaan mabanya. Jika hasil ujian calon maba tidak layak, maka tidak perlu dipaksakan diterima , kampus harus menjaga standar kualitas penerimaan mahasiswa baru.
“Memenuhi kuota memang penting, tetapi mempertahankan standar nilai ujian juga krusial. Kita tidak bisa memaksakan penerimaan jika hasil ujian calon mahasiswa tidak sesuai standar,” jelasnya.
Acara evaluasi ini menegaskan komitmen UIN Malang untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan memperluas jaringan kerjasama demi mencapai visi sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum.( Eno ).






