ATR/BPN Perkuat Meritokrasi, Karier 33 Ribu ASN Disiapkan Berbasis Talenta

IMG-20261106-WA0039

Jakarta | Serulingmedia.com –Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperkuat sistem manajemen talenta untuk memastikan pengembangan karier lebih dari 33.000 aparatur sipil negara (ASN) berjalan berdasarkan kompetensi, kinerja, dan potensi.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Menteri (Wamen) ATR/Wakil Kepala (Waka) BPN, Ossy Dermawan, dalam Ekspose Manajemen Talenta di hadapan Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kamis (5/11/2026), di Kantor BKN, Jakarta.

Ossy mengatakan, kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penentu kemajuan sebuah institusi. Karena itu, Kementerian ATR/BPN harus memastikan setiap pegawai memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menempati jabatan sesuai kapasitasnya.

“Kualitas sebuah institusi sangat ditentukan oleh kualitas SDM-nya. Dengan lebih dari 33.000 ASN yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, Kementerian ATR/BPN memiliki tanggung jawab memastikan setiap pegawai memperoleh kesempatan berkembang dan berkarier berdasarkan kompetensi, kinerja, serta potensinya,” ujar Ossy.

Menurutnya, manajemen talenta bukan sekadar memenuhi kebijakan pengelolaan kepegawaian. Lebih dari itu, sistem tersebut merupakan komitmen institusional yang harus diterapkan secara konsisten di seluruh jajaran ATR/BPN.

Untuk memperkuat implementasinya, ATR/BPN menyiapkan empat langkah strategis. Pertama, memperkuat komitmen pimpinan dalam pemetaan talenta atau talent pool. Kedua, meningkatkan fungsi Komite Talenta ASN.

Ketiga, menyempurnakan integrasi dan validitas data melalui Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) dan Sistem Informasi Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (SIMATA), termasuk penerapan pemetaan sembilan kotak talenta. Keempat, membangun transparansi dalam pengembangan karier pegawai.

Ossy menegaskan, pembenahan sistem dan SDM menjadi kebutuhan mendesak karena sebagian besar aktivitas Kementerian ATR/BPN berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat.

“Pak Menteri sejak awal sudah menyampaikan bahwa lebih dari 80 persen pelayanan di Kementerian ATR/BPN merupakan pelayanan publik. Karena itu, ada dua bidang yang harus kita benahi, yaitu sistem dan SDM. Kami juga membutuhkan arahan dan bimbingan dari BKN agar sistem manajemen talenta yang kami bangun dapat dilaksanakan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, menilai manajemen talenta menjadi instrumen penting untuk menyiapkan ASN yang kompeten dan sesuai kebutuhan organisasi.

Menurut Zudan, perubahan program prioritas pemerintahan dan dinamika jumlah ASN menuntut pengelolaan sumber daya manusia yang lebih adaptif. Sistem meritokrasi juga harus memastikan kesiapan ASN tanpa bergantung pada pergantian kepemimpinan nasional maupun kementerian.

‘Dengan manajemen talenta, kita menyiapkan ASN-ASN yang memiliki kualitas dan standar untuk menduduki jabatan. Jadi, siapa pun presidennya dan siapa pun menterinya, ASN-nya sudah mulai kita siapkan,” tegas Zudan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, memaparkan perkembangan pemetaan talent pool yang sedang berjalan di lingkungan kementerian.

Ekspose ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Ekspose Manajemen Talenta oleh Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan bersama Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ATR/BPN, Agustyarsyah, serta sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama ATR/BPN turut menghadiri kegiatan tersebut.

Melalui penguatan manajemen talenta, ATR/BPN berharap pengisian jabatan semakin transparan, objektif, dan berbasis kompetensi. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi untuk meningkatkan profesionalisme ASN dan kualitas pelayanan pertanahan kepada masyarakat. ( Eno).