Dr. H. Sudirman: Tradisi Keilmuan Islam Harus Mengantar UIN Maliki ke Panggung Dunia
Malang I Serulingmedia.com – Reputasi internasional perguruan tinggi Islam tidak cukup dibangun melalui identitas keagamaan, tetapi harus dibuktikan dengan prestasi akademik, produktivitas riset, publikasi ilmiah, dan kualitas lulusan. Hal tersebut menjadi tantangan strategis bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dalam memperkuat posisinya di tingkat global.
Dr. H. Sudirman, S.Ag., M.Ag., anggota Senat Universitas utusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), menempatkan integrasi tradisi keilmuan Islam dan kemajuan ilmu pengetahuan sebagai fondasi penting pengembangan universitas.
“UIN Maliki harus tetap mengakar kuat pada tradisi keilmuan Islam, tetapi pada saat yang sama mampu membuktikan keunggulannya melalui prestasi akademik, riset, publikasi ilmiah, dan pengakuan internasional. Tradisi bukan penghalang kemajuan, melainkan fondasi untuk membangun reputasi global.” ungkap Sudirman.
Pandangan tersebut sejalan dengan semangat pengembangan UIN Maliki Malang sebagai perguruan tinggi yang memadukan nilai-nilai keislaman, penguasaan sains, pembentukan karakter, dan daya saing internasional.
Mengakar pada Sejarah dan Tradisi Keilmuan Islam
Perjalanan UIN Maliki Malang memiliki akar sejarah panjang dalam pendidikan Islam di Jawa Timur. Cikal bakalnya bermula dari pendirian Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Syariah sebagai fakultas cabang pada 1961.
Kedua fakultas tersebut kemudian berkembang menjadi STAIN Malang pada 1997, sebelum statusnya ditingkatkan menjadi universitas Islam negeri melalui Keputusan Presiden Nomor 50 Tahun 2004.
Pada 27 Januari 2009, universitas ini resmi menggunakan nama UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Identitas Maliki merepresentasikan cita-cita pengembangan Islam yang moderat (wasathiyah), sekaligus selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan kehidupan kebangsaan.
Penguatan tradisi akademik dilakukan melalui penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris. Bahasa Arab menjadi pintu untuk mendalami sumber-sumber primer Islam, terutama Al-Qur’an dan hadis. Sementara itu, bahasa Inggris menjadi sarana memperluas akses terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan komunikasi akademik global.
Tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter kampus yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga terbuka terhadap perkembangan sains dan teknologi.
Integrasi Sains, Agama, dan Karakter
UIN Maliki Malang mengembangkan pendekatan pendidikan yang menempatkan ilmu agama dan ilmu umum sebagai kesatuan yang saling melengkapi. Model ini diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu, dan kematangan profesional.
Dengan sembilan fakultas yang mencakup bidang keislaman, sains, ilmu sosial, dan humaniora, UIN Maliki mengembangkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari teknologi, kesehatan, psikologi, ekonomi, hingga kajian humaniora.
Integrasi keilmuan tersebut menjadi penting di tengah perubahan global yang menuntut perguruan tinggi menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik sekaligus karakter yang kuat.
Keberhasilan pendidikan, karena itu, tidak cukup diukur dari capaian akademik dan gelar yang diperoleh mahasiswa. Perguruan tinggi juga dituntut melahirkan insan yang mampu menerapkan ilmunya untuk menjawab persoalan masyarakat.
Prestasi Akademik Memperkuat Reputasi Internasional
Reputasi UIN Maliki Malang diperkuat melalui sejumlah capaian akademik dan riset. Dalam QS World University Rankings by Subject 2026, universitas ini masuk kelompok peringkat 101–150 dunia pada bidang Theology, Divinity & Religious Studies.
Capaian tersebut memperlihatkan pengakuan terhadap perkembangan studi keagamaan yang menjadi salah satu bidang keunggulan universitas.
Di bidang penelitian, data Scopus-SciVal 2026 mencatat 351 dokumen publikasi internasional terindeks Scopus. Berdasarkan materi yang dihimpun, capaian tersebut menempatkan UIN Maliki dalam tiga besar perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) berdasarkan jumlah publikasi internasional.
Universitas ini juga memperoleh akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak 27 Juni 2023.
Sementara itu, dalam pemeringkatan UI GreenMetric 2026, UIN Maliki tercatat berada pada peringkat 525 dunia, peringkat 64 nasional, dan posisi ketujuh di antara PTKIN.
Berbagai indikator tersebut menunjukkan bahwa penguatan reputasi perguruan tinggi membutuhkan konsistensi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, produktivitas penelitian, tata kelola kelembagaan, serta kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
Memperluas Jejaring Akademik Global
Selain meningkatkan publikasi ilmiah, UIN Maliki Malang mengembangkan internasionalisasi melalui kemitraan pendidikan, mobilitas akademik, dan kolaborasi penelitian lintas negara.
Sejumlah mitra yang disebut dalam materi universitas antara lain Hiroshima University di Jepang, Youngsan University di Korea Selatan, dan Ar Rifaq University di Libya.
Kerja sama internasional membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa untuk memperluas pengalaman akademik, bertukar pengetahuan, serta terlibat dalam penelitian kolaboratif.
Namun, internasionalisasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya kerja sama atau kemitraan yang dimiliki. Dampaknya juga perlu tercermin dalam peningkatan mutu pembelajaran, kualitas penelitian, pengembangan kompetensi mahasiswa, dan kontribusi nyata terhadap masyarakat.
Karena itu, penguatan sumber daya manusia dan budaya riset menjadi bagian penting agar jejaring global dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi universitas.
Tradisi sebagai Fondasi, Prestasi sebagai Pembuktian
Bagi UIN Maliki Malang, tantangan ke depan adalah menjaga identitas keislaman sekaligus meningkatkan kualitas akademik agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan persaingan global.
Tradisi keilmuan Islam, penguasaan bahasa, moderasi beragama, dan pembentukan akhlak merupakan kekuatan yang dapat dikembangkan bersama riset, inovasi, serta pemanfaatan teknologi.
Dengan fondasi tersebut, prestasi akademik tidak semestinya berhenti sebagai angka dalam pemeringkatan. Prestasi harus berdampak pada peningkatan mutu pendidikan, kualitas lulusan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan penyelesaian persoalan masyarakat.
Semangat “Mengakar dalam Tradisi, Bereputasi Internasional karena Prestasi” menjadi gambaran arah pengembangan UIN Maliki Malang sebagai perguruan tinggi Islam yang teguh pada nilai-nilai keislaman, terbuka terhadap kemajuan ilmu pengetahuan, dan berorientasi pada kontribusi global.
Bagi Sudirman sebagai anggota Senat Universitas, penguatan identitas keilmuan dan peningkatan prestasi akademik merupakan dua aspek yang perlu berjalan beriringan dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing perguruan tinggi. ( Eno)
