Nyekar di Makam Mbah Batu, Nurochman Ajak Generasi Penerus Melanjutkan Cita-Cita Leluhur

2176217_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu tidak sekadar menjadi momentum mengenang perjalanan sebuah daerah, tetapi juga mengingatkan kembali pentingnya menghormati sejarah dan meneruskan cita-cita para perintisnya.

 

Pesan itu tercermin dalam kegiatan nyekar atau ziarah makam Mbah Batu yang dilakukan Wali Kota Batu Nurochman, Rabu (14/10/2026).

Di area Makam Mbah Batu, Nurochman bersama rombongan melaksanakan tabur bunga dan mengirimkan doa bagi arwah yang dimakamkan di kawasan tersebut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu, sekaligus bentuk penghormatan terhadap tokoh yang memiliki tempat tersendiri dalam sejarah dan ingatan masyarakat setempat.

Bagi Nurochman, mengenang Mbah Batu bukan semata-mata menjalankan tradisi ziarah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan pengingat bahwa perkembangan Kota Batu hari ini tidak terlepas dari jejak perjuangan, keteladanan, dan cita-cita para pendahulu.

“Mbah Batu merupakan salah satu tokoh yang dikenal di kalangan masyarakat Kota Batu dan telah melakukan bedah krawang Kota Batu,” ujar Nurochman.

Ia menegaskan, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk memuliakan jasa para pendahulu serta menjaga nilai-nilai keteladanan yang telah diwariskan kepada masyarakat.

Menurutnya, penghormatan terhadap leluhur tidak cukup diwujudkan melalui doa dan tabur bunga. Penghormatan itu harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata dengan meneruskan perjuangan serta mewujudkan cita-cita yang belum sempat tercapai.

“Sebagai generasi penerus, kita harus tetap memuliakan jasa dan keteladanan yang telah beliau ajarkan kepada masyarakat Kota Batu,” katanya.

Nurochman juga menekankan pentingnya melanjutkan perjuangan para pendahulu, terutama terhadap cita-cita dan kebaikan yang belum sepenuhnya terwujud.

Nilai-nilai tersebut perlu menjadi pijakan dalam membangun Kota Batu agar perkembangan daerah tetap berakar pada sejarah dan kepentingan masyarakat.

“Perjuangan beliau waktu itu, termasuk cita-cita yang belum tersampaikan, menjadi kewajiban kami untuk menindaklanjuti kebaikan-kebaikan itu,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menempatkan peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu dalam perspektif yang lebih luas. Usia seperempat abad menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam meneruskan warisan perjuangan para pendahulu.

Ziarah makam Mbah Batu pun menghadirkan pesan bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu yang diperingati setiap tahun.

Sejarah merupakan sumber nilai, identitas, dan tanggung jawab yang harus terus dihidupkan melalui kebijakan serta pengabdian kepada masyarakat.

Di tengah dinamika pembangunan Kota Batu, penghormatan kepada leluhur semestinya berjalan seiring dengan upaya menjaga karakter daerah, memperjuangkan kesejahteraan warga, dan memastikan kemajuan dapat dirasakan secara luas.

Dengan demikian, peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu tidak berhenti pada seremoni. Momentum ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat bahwa melanjutkan cita-cita para pendahulu berarti menjaga amanah sejarah sekaligus membangun masa depan Kota Batu yang lebih baik. ( Eno).