Haul Sewindu Hj. Lilik Setyowati Khusen di Batu, Ratusan Jemaah Jatim Hadiri Majelis Doa

2158150_11zon

Batu | Serulingmedia.com — Peringatan Haul Sewindu almarhumah Hj. Lilik Setyowati Khusen berlangsung khidmat di Teras Klampis Ireng, Sidomulyo, Kota Batu, Sabtu (10/10/2026).

Ratusan jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur hadir untuk mendoakan almarhumah sekaligus mengikuti tausiyah dan majelis selawat.

 

Sejumlah tokoh agama hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Gus Ahmad Rofi’ Makhfudz atau Gus Eeng dari Sidoarjo, Gus Rifqi Buchari, dan Gus Gondrong.

 

Suasana spiritual semakin semarak dengan kehadiran Majelis Maulid Watta’lim Ngawonggo, Tajinan, Malang.

Dalam tausiyahnya, Gus Eeng mengajak jemaah menjaga kebersihan rohani dan menata hati agar kehidupan sehari-hari selaras dengan ajaran Islam.

“Orang yang diberi tubuh sehat harus mampu menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Memperbaiki batin dan menata hati itu penting agar raga ini patuh pada petunjuk kebaikan,” tegasnya.

Ia juga mengajak jemaah melembutkan hati melalui amalan ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, berselawat, dan bertahlil.

Menurutnya, ibadah perlu tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk menjaga ucapan, mengendalikan diri, dan berbuat baik kepada sesama.

Tradisi Dapur GPN

Almarhumah Hj. Lilik Setyowati Khusen merupakan istri Mbah Khusen, pembina Yayasan Gajah Purwo Nusantara (GPN).

 

Mbah Khusen dikenal dengan tradisi Dapur GPN yang menyediakan makanan bagi jemaah dalam setiap penyelenggaraan haul besar tokoh-tokoh agama di Jawa Timur.

Tradisi tersebut menjadi wujud sedekah dan kepedulian kepada jemaah yang hadir dalam kegiatan keagamaan.

 

Semangat berbagi ini turut mewarnai peringatan haul yang dihadiri jemaah dari Banyuwangi, Jember, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Mojokerto, Kediri, Malang Raya, dan daerah lainnya.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan perwakilan keluarga dan penyelenggara yang disampaikan Agung Shinta dari Songgoriti.

 

Ia menyampaikan terima kasih kepada para ulama, kiai, dan seluruh jemaah yang hadir untuk mendoakan almarhumah.

Peringatan haul ini menjadi momentum untuk mengenang almarhumah sekaligus mempererat silaturahmi dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat

Melalui doa, tausiyah, selawat, dan tradisi berbagi, jemaah diharapkan dapat mengambil hikmah untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki kualitas ibadah, serta meneruskan semangat kepedulian terhadap sesama.(Eno)