UIN Malang Juara, Tembus Runner-up Debat Bahasa Arab PORSI JAWARA II

ijGJQOatIuQouWtE76Ts9tGw7ZPYGW0Robr8MnGz

Pekalongan | Serulingmedia.com — UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan daya saingnya di arena PTKIN. Kali ini, tim Debat Bahasa Arab UIN Malang mengunci posisi Juara II dalam PORSI JAWARA II PTKIN se-Jawa Madura II, setelah melewati persaingan ketat hingga babak akhir.

 

Kompetisi yang digelar di Ruang Seminar Lantai 3 Perpustakaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Kamis–Jumat (10–11 September 2026), bukan sekadar menguji kefasihan berbahasa Arab.

 

Para peserta dituntut mampu berpikir cepat, membangun argumentasi, membaca kelemahan lawan, sekaligus menyodorkan data sebagai penyangga pendapat.

Di medan itulah Nasruddin Rafa’i, Rizal Rafid Ariqoh, dan Siti Najahatul Imtihan membawa nama UIN Malang hingga podium kedua.

Mereka harus mengakui keunggulan tim UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang merebut Juara I. Sementara UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berada di posisi ketiga.

Pertarungan berlangsung hingga Jumat malam sekitar pukul 19.25 WIB. Ketatnya persaingan membuat setiap argumentasi tidak cukup hanya terdengar meyakinkan.

 

Data menjadi pembeda antara pendapat yang sekadar disampaikan dan argumentasi yang mampu dipertanggungjawabkan.

Juri Debat Bahasa Arab, Dr. H. Mohammad Budiono, S.Ag., dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, menegaskan bahwa dewan juri menilai peserta berdasarkan performa yang benar-benar terlihat selama kompetisi.

“Dalam debat, bukan hanya argumen, tetapi juga data yang mendukung argumen. Ada yang sudah sampai pada titik tersebut dan ada juga yang belum. Kami menilai secara realistis dan objektif, sesuai dengan apa yang kami lihat di lapangan,” ujarnya.

Hasil akhir menempatkan UIN Syarif

 

Hidayatullah Jakarta sebagai Juara I, melalui Abdel A’la Gadelhaq, Mutiara Hikmah, dan Redy Muharram. UIN Malang Juara II, dengan Nasruddin Rafa’i, Rizal Rafid Ariqoh, dan Siti Najahatul Imtihan.

 

Sedangkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Juara III, melalui Ahmad Fauzan, Ahmad Zulfa, dan Saffanah Nurshabrina.

Mutiara Hikmah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga menyabet penghargaan Best Speaker.

Bukan Sekadar Bahasa Arab

Capaian UIN Malang di podium kedua memperlihatkan bahwa debat bahasa Arab telah bergeser jauh dari sekadar kemampuan berbicara. Arena tersebut menjadi ujian atas nalar, ketajaman membaca persoalan, keberanian berargumentasi, dan kemampuan menggunakan data.

UIN Malang memang belum membawa pulang trofi Juara I. Tetapi posisi runner-up menunjukkan satu hal: ketika debat memasuki pertarungan gagasan, mahasiswa UIN Malang mampu berdiri di barisan terdepan.

Kompetisi Debat Bahasa Arab menjadi salah satu bagian PORSI JAWARA II yang berlangsung pada 10–12 September 2026 di Pekalongan, Jawa Tengah.

 

Ajang tersebut mempertemukan mahasiswa PTKIN dalam kompetisi olahraga, seni, dan ilmiah sekaligus menjadi panggung untuk menguji kapasitas intelektual generasi muda perguruan tinggi Islam. ( Eno)