UIN Malang Kembangkan Mindful Parenting, Perkuat Kesehatan Mental Keluarga di Gubugklakah

2015952_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengembangkan program mindful parenting berbasis komunitas untuk memperkuat kesehatan mental keluarga di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

 

Program tersebut dikembangkan tim peneliti UIN Malang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dalam penelitian bertajuk “Pengembangan Program Mindful Parenting Berbasis Komunitas untuk Penguatan Kesehatan Mental Keluarga di Desa Gubugklakah, Poncokusumo, Kabupaten Malang.”

Salah satu rangkaian penelitian berlangsung di SDN 02 Gubugklakah, Sabtu (12/9/2026), dengan melibatkan orang tua dan masyarakat setempat.

Tim mengemas kegiatan dalam edukasi dan diskusi bertema “Hadir Sepenuh Hati: Mendampingi Anak Tumbuh Sesuai Usianya.”

 

Materi tersebut mendorong orang tua memahami pengasuhan sebagai proses mendampingi sekaligus memahami kebutuhan anak sesuai tahapan perkembangannya.

Dr. Muh. Anwar Fu’ady, S.Psi., MA., sebagai pemateri, menjelaskan perkembangan anak mulai dari masa dalam kandungan hingga usia sekolah.

 

Ia membagi pembahasan dalam sejumlah fase, yakni masa dalam kandungan, usia 0–3 tahun, 3–6 tahun, serta 6–11 tahun.

Pemahaman terhadap tahapan perkembangan menjadi penting karena kebutuhan anak terus berubah. Orang tua perlu menyesuaikan pola komunikasi, pemberian batasan, pendampingan emosi, serta stimulasi dengan karakteristik perkembangan anak.

Dalam kegiatan tersebut, tim memperkenalkan tiga prinsip utama pengasuhan, yakni Tahu, Sadar, dan Tangguh.

Tahu berarti orang tua memahami tahap perkembangan dan kebutuhan anak. Sadar berarti orang tua mampu hadir dalam proses pengasuhan sekaligus mengenali respons pikiran, emosi, dan perilakunya ketika berinteraksi dengan anak.

 

Sementara Tangguh berarti keluarga memiliki kemampuan untuk saling mendukung dan menghadapi persoalan secara bersama-sama.

Ketua tim peneliti, Ria Norfika Yuliandari, mengatakan penelitian tersebut tidak sekadar memberikan pengetahuan kepada orang tua, tetapi juga berupaya membangun program yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keluarga di masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan program mindful parenting berbasis komunitas yang sesuai dengan kebutuhan keluarga di Desa Gubugklakah. Kami ingin menggali pengalaman dan kebutuhan orang tua dalam pengasuhan, kemudian menjadikannya sebagai dasar untuk menyusun program yang relevan,” ujar Ria.

Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan memberikan ruang kepada orang tua untuk memperoleh pengetahuan, berdiskusi, sekaligus membangun dukungan bersama dalam menjalankan pengasuhan.

Ria menegaskan bahwa penguatan kesehatan mental keluarga tidak dapat dilepaskan dari lingkungan sosial tempat keluarga menjalani kehidupan sehari-hari.

“Pengasuhan tidak berlangsung secara individual. Orang tua juga membutuhkan dukungan dari lingkungan. Karena itu, kami ingin melihat bagaimana komunitas dapat menjadi ruang yang membantu keluarga menghadapi tantangan pengasuhan secara bersama-sama,” katanya.

Dalam penelitian itu, orang tua juga ditempatkan sebagai sumber informasi penting. Pengalaman, tantangan, dan kebutuhan yang disampaikan peserta menjadi bahan bagi tim untuk memetakan kondisi pengasuhan sekaligus menyusun program yang lebih kontekstual.

Tim peneliti terdiri atas Ria Norfika Yuliandari sebagai ketua, dengan anggota Fina Hidayati dan Muh. Anwar Fu’ady, serta melibatkan sejumlah mahasiswa.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya UIN Malang mengintegrasikan penelitian, pembelajaran mahasiswa, dan keterlibatan langsung dengan masyarakat.

Melalui penelitian ini, tim menargetkan tersusunnya program mindful parenting yang dapat diterapkan dalam konteks komunitas.

 

Program tersebut diharapkan memperkuat kapasitas orang tua dalam mendampingi anak sekaligus mendukung kesehatan mental keluarga.

Kegiatan di Gubugklakah menjadi bagian awal dari penguatan komunitas keluarga yang dapat terus dikembangkan. Dengan pendekatan tersebut, UIN Malang berupaya memastikan hasil penelitian tidak berhenti sebagai luaran akademik, tetapi juga memberikan manfaat praktis bagi keluarga dan masyarakat.( Eno).