Dekan Psikologi UIN Malang: Orang Tua dan Kampus Harus Jadi Satu Tim

2014465_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang menilai pendampingan mahasiswa baru tidak bisa dibebankan hanya kepada kampus.

 

Keluarga harus ikut mengambil peran agar proses pendidikan tidak berhenti pada urusan akademik.

 

Pesan itu disampaikan Dekan Fakultas Psikologi UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Siti Mahmudah, M.Si., saat Temu Wali Mahasiswa Angkatan 2026, Sabtu (12/9/2026).

 

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut digelar secara hybrid dan diikuti para orang tua atau wali mahasiswa secara luring maupun daring.

Prof. Siti Mahmudah menegaskan fakultas dan orang tua tidak boleh berjalan sendiri-sendiri dalam mendampingi mahasiswa.

 

Keduanya harus membangun komunikasi dan kepercayaan untuk menghadapi berbagai dinamika yang muncul selama mahasiswa menjalani pendidikan tinggi.

 

“Fakultas Psikologi dan orang tua adalah satu tim. Karena itu, kita membutuhkan kolaborasi, komunikasi, dan kepercayaan,” ujar Prof. Siti Mahmudah.

 

Menurut dia, mahasiswa memasuki lingkungan baru yang terus berkembang. Perubahan tersebut menuntut dukungan yang selaras antara lingkungan kampus dan keluarga.

Fakultas, kata Prof. Siti, memiliki tanggung jawab melalui proses pendidikan, pendampingan akademik, serta layanan kemahasiswaan. Namun, peran tersebut tidak akan optimal tanpa dukungan keluarga di luar kampus.

Sebaliknya, orang tua membutuhkan komunikasi yang memadai dengan fakultas agar dapat memahami perkembangan pendidikan anaknya.

 

Komunikasi terbuka juga menjadi penting ketika mahasiswa menghadapi persoalan akademik, personal maupun sosial.

“Jangan sampai kampus berjalan sendiri, sementara orang tua juga berjalan sendiri. Mahasiswa membutuhkan keduanya,” tegasnya.

Temu wali mahasiswa kemudian diarahkan bukan sekadar menjadi forum silaturahmi. Fakultas menjadikannya sebagai ruang untuk menyamakan persepsi mengenai peran kampus dan keluarga dalam mendampingi mahasiswa.

Bagi Fakultas Psikologi UIN Malang, keberhasilan pendidikan tidak semata diukur dari nilai akademik. Perkembangan personal dan sosial mahasiswa juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan.

Karena itu, komunikasi antara fakultas dan orang tua diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan Temu Wali Mahasiswa Angkatan 2026. Hubungan tersebut perlu dijaga secara berkelanjutan agar setiap kebutuhan mahasiswa dapat direspons secara lebih cepat dan tepat.

Fakultas dan keluarga akhirnya ditempatkan dalam satu posisi: bukan dua pihak yang saling menunggu, melainkan dua kekuatan yang harus bekerja bersama untuk memastikan mahasiswa tumbuh, belajar, dan berkembang secara utuh. ( Eno).