Delegasi UIN Malang Raih Winner Bengkel Keusahawanan Belia Islam MABIMS 2026 di Brunei Darussalam
Brunei Darussalam | Serulingmedia.com – Delegasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional.
Dua mahasiswa, Shandyka Naraya Sukma dan Mirza Naashirotul Ummah, berhasil meraih predikat Winner dalam ajang Bengkel Keusahawanan Belia Islam MABIMS 2026 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, Kamis (20/8/2026).
Prestasi tersebut diraih setelah keduanya mengikuti rangkaian kegiatan kewirausahaan yang mempertemukan generasi muda Islam dari negara-negara anggota MABIMS.
Para peserta tidak hanya dituntut mampu melahirkan ide bisnis, tetapi juga mengolah gagasan menjadi solusi yang memiliki nilai manfaat dan peluang untuk dikembangkan.
Selama kegiatan, Shandyka dan Mirza bekerja bersama kelompok masing-masing. Mereka mengikuti proses penyusunan konsep bisnis, identifikasi persoalan, pemecahan masalah hingga mempresentasikan gagasan melalui business pitching di hadapan juri yang berpengalaman sebagai pelaku usaha di Brunei Darussalam.
Bagi Shandyka, pengalaman tersebut menjadi ruang untuk menguji kemampuan beradaptasi sekaligus menyampaikan gagasan di tengah peserta dengan latar belakang yang berbeda.
“Pengalaman ini sangat berharga karena kami tidak hanya belajar tentang kewirausahaan, tetapi juga belajar bagaimana bekerja sama dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda. Kami harus mampu menyatukan ide dan menjadikannya sebuah solusi yang dapat diterima,” ujar Shandyka.
Bersama kelompoknya, Shandyka mengembangkan konsep Brunei Tour Guide Scheduling, sebuah layanan yang dirancang untuk membantu wisatawan memperoleh informasi destinasi dan menentukan pilihan perjalanan di Brunei Darussalam.
Menurut Shandyka, gagasan tersebut berangkat dari kebutuhan wisatawan terhadap informasi perjalanan yang praktis dan terarah.
“Kami mencoba melihat persoalan dari sisi wisatawan, bagaimana mereka bisa mendapatkan informasi destinasi sekaligus menyusun perjalanan dengan lebih mudah. Dari situ kami mengembangkan konsep Brunei Tour Guide Scheduling,” katanya.
Sementara itu, Mirza Naashirotul Ummah bersama kelompoknya mengusung konsep yang berfokus pada perluasan akses lapangan pekerjaan bagi fresh graduates.
Gagasan tersebut dikembangkan melalui sebuah wadah yang menghubungkan lulusan baru dengan peluang kerja maupun program magang.
Mirza mengatakan, persoalan transisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja menjadi salah satu alasan kelompoknya memilih gagasan tersebut.
“Kami melihat fresh graduates membutuhkan akses yang lebih luas untuk menemukan pekerjaan dan kesempatan magang. Karena itu, kami mencoba menghadirkan sebuah wadah yang dapat mempertemukan mereka dengan peluang yang sesuai,” ujar Mirza.
Menurutnya, proses mengikuti bengkel kewirausahaan MABIMS juga memberikan pengalaman baru dalam mengembangkan sebuah ide bisnis secara cepat dan terukur.
“Kami belajar bahwa sebuah ide tidak cukup hanya menarik. Ide tersebut harus mampu menjawab persoalan, memiliki solusi yang jelas, dan bisa dikembangkan menjadi sebuah model bisnis,” tutur Mirza.
Keberhasilan meraih predikat Winner menjadi capaian membanggakan bagi UIN Malang. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam berinovasi, berkolaborasi, menyampaikan gagasan, serta mengembangkan solusi bisnis dalam forum kewirausahaan tingkat regional.
Lebih dari sekadar penghargaan, pengalaman Shandyka dan Mirza di Brunei Darussalam menjadi pembelajaran penting tentang bagaimana gagasan mahasiswa dapat diuji dalam lingkungan yang kompetitif dan multikultural.
Capaian tersebut juga menjadi bagian dari komitmen UIN Malang dalam mendorong mahasiswa memiliki wawasan kewirausahaan, kemampuan global, serta keberanian berkompetisi di tingkat internasional.
Keberhasilan dua mahasiswa tersebut memperlihatkan bahwa ruang pembelajaran mahasiswa kini tidak lagi terbatas di ruang kelas.
Forum internasional menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas, membangun jejaring, dan mengubah persoalan menjadi gagasan yang bernilai. ( Eno)






