FST UIN Malang Benahi 12 Jurnal Ilmiah, JIA Didorong Jadi Mentor
Malang | Serulingmedia.com — Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mulai membenahi tata kelola publikasi ilmiah. Sebanyak 12 jurnal di lingkungan FST menjadi perhatian, dengan Journal of Islamic Architecture (JIA) didorong menjadi mentor bagi 11 jurnal lainnya.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan strategis Pusat Publikasi Ilmiah (PPI) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama para pengelola jurnal FST yang berlangsung Jumat (7/8/2026).
Forum itu tidak sekadar membahas jumlah artikel yang diterbitkan. PPI dan pengelola jurnal mengevaluasi kualitas naskah, proses editorial, visibilitas publikasi, sitasi, akreditasi, indeksasi, hingga regenerasi pengelola jurnal.
Wakil Dekan Bidang Akademik FST, Prof. Dr. Evika Sandi Safitri, M.P., menilai penguatan publikasi ilmiah harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi peningkatan reputasi akademik fakultas dan universitas.
Ia menekankan pentingnya meningkatkan visibilitas dan sitasi jurnal. Kinerja publikasi, kata dia, memiliki keterkaitan dengan penguatan reputasi akademik serta capaian akreditasi program studi.
Dalam forum tersebut, Evika juga menyoroti posisi JIA yang telah memiliki capaian indeksasi dan akreditasi tinggi.
Jurnal tersebut didorong tidak hanya mempertahankan prestasinya, tetapi juga berbagi pengalaman dan menjadi mentor bagi 11 jurnal lain di lingkungan FST.
Pola pendampingan tersebut diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas pengelolaan jurnal secara kolektif. Dengan begitu, capaian publikasi tidak berhenti pada satu atau dua jurnal, melainkan berkembang menjadi kekuatan bersama di tingkat fakultas.
Kepala Pusat Publikasi Ilmiah UIN Malang, Prof. Dr. Rohmani Nur Indah, M.Pd., mengingatkan pengelola jurnal agar tidak menjadikan kuantitas terbitan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
Menurutnya, bertambahnya jumlah artikel harus tetap dibarengi dengan kualitas naskah dan konsistensi proses editorial.
“Peningkatan jumlah terbitan tidak boleh mengorbankan kualitas. Kelayakan dan mutu naskah tetap harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan jurnal ilmiah,” ujar Rohmani.
Evaluasi juga menyentuh persoalan kaderisasi dan regenerasi pengelola jurnal. PPI menilai keberlanjutan jurnal tidak cukup hanya ditopang oleh pengelola saat ini.
Regenerasi diperlukan agar pengetahuan dan standar pengelolaan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Persoalan lain yang dibahas adalah harmonisasi focus and scope. Jurnal dari program studi dengan bidang keilmuan berdekatan didorong memperjelas pembagian cakupan publikasi.
Langkah itu penting untuk memperkuat karakter masing-masing jurnal sekaligus mencegah tumpang tindih bidang keilmuan.
PPI juga mengingatkan pengelola jurnal mengenai konsistensi template. Format yang tercantum pada laman resmi jurnal harus selaras dengan tata letak artikel yang telah diterbitkan.
Pembenahan tersebut dinilai penting, terutama dalam menghadapi proses reakreditasi dan persiapan menuju indeksasi internasional.
Pertemuan Jumat itu akhirnya menegaskan satu agenda besar: membangun ekosistem publikasi ilmiah FST UIN Malang yang tidak sekadar produktif, tetapi juga berkualitas, konsisten, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Sinergi PPI dan para pengelola jurnal diharapkan menjadi fondasi penguatan budaya riset sekaligus meningkatkan kontribusi akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di kancah ilmiah global.( Eno).






