Dari Pj ke Definitif, Aspa Muji Kini Pegang Kendali Birokrasi Jeneponto
Jeneponto | Serulingmedia.com — Kursi Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto kini memiliki pemegang definitif. Bupati Jeneponto H. Paris Yasir, S.E., M.M., melantik Dr. Aspa Muji, S.STP., M.Si. sebagai Sekda dalam prosesi pengambilan sumpah/janji jabatan di Ruang Pola Panrannuangta Kantor Bupati Jeneponto, Senin (10/8/2026).
Pelantikan itu menjadi puncak perjalanan Aspa Muji yang sebelumnya hanya berstatus Penjabat Sekda. Dalam waktu sekitar tiga bulan, ia beralih dari pejabat sementara menjadi orang yang memegang posisi strategis dalam koordinasi birokrasi Pemerintah Kabupaten Jeneponto.
Aspa Muji sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jeneponto. Paris Yasir menunjuknya sebagai Pj. Sekda pada 4 Mei 2026 untuk menggantikan Maskur, S.Ag., M.H., CGCAE.
Status sementara itu kemudian berlanjut ke proses seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Setelah melewati tahapan seleksi dan penilaian sesuai ketentuan, Aspa Muji akhirnya ditetapkan sebagai Sekda definitif.
Prosesi pelantikan disaksikan jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Jeneponto serta sejumlah tamu undangan.
Paris Yasir Minta Birokrasi Tak Berjalan Lamban
Bupati Paris Yasir menempatkan Sekda sebagai salah satu simpul penting dalam jalannya pemerintahan daerah. Ia meminta Aspa Muji tidak sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi mampu memastikan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah berjalan efektif.
Sekda, kata Paris, harus mampu menerjemahkan arah kebijakan kepala daerah ke dalam kerja birokrasi yang terukur.
“Jabatan Sekda merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas, profesionalisme dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat,” kata Paris Yasir.
Ia meminta Aspa Muji memperkuat komunikasi antarperangkat daerah dan memastikan program pemerintah berjalan sesuai visi serta prioritas pembangunan Kabupaten Jeneponto.
Paris juga mengingatkan pentingnya soliditas dan disiplin aparatur. Menurut dia, birokrasi harus mampu bergerak cepat dan responsif menghadapi kebutuhan masyarakat.
Pengalaman Aspa Muji ketika menjalankan tugas sebagai Pj. Sekda diharapkan menjadi modal untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar sebagai Sekda definitif.
Sistem Merit Jadi Penekanan
Kepala BKPSDM Provinsi Sulawesi Selatan Erwin Sodding, S.E., M.M., menyoroti aspek kompetensi dan integritas dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi.
Menurut Erwin, seorang pejabat pimpinan tinggi harus memiliki kompetensi, integritas, profesionalisme serta orientasi kinerja.
Pengisian jabatan juga harus mengikuti prinsip sistem merit dalam manajemen ASN.
Proses seleksi terbuka JPT Pratama Sekda Jeneponto menjadi bagian dari mekanisme tersebut.
Jabatan diberikan melalui proses seleksi dan penilaian, bukan semata berdasarkan penunjukan administratif.
Pesan itu sekaligus menjadi tantangan bagi Aspa Muji setelah memperoleh mandat definitif. Ia dituntut membuktikan kapasitasnya melalui kinerja birokrasi.
Tiga Bulan Menunggu Kepastian
Jalur Aspa Muji menuju kursi Sekda berlangsung relatif singkat.
Pada 4 Mei 2026, ia masih berstatus Kepala Dinas Perhubungan ketika menerima mandat sebagai Pj. Sekda. Tiga bulan kemudian, posisi itu berubah menjadi jabatan definitif setelah ia melewati seleksi terbuka JPT Pratama.
Kini, tanggung jawab Aspa Muji bukan lagi sekadar menjaga kesinambungan administrasi pemerintahan. Ia harus memastikan mesin birokrasi Jeneponto bekerja dalam satu arah.
Sebagai Sekda, ia akan berperan membantu Bupati mengoordinasikan penyelenggaraan pemerintahan, pembinaan aparatur, pelaksanaan kebijakan serta sinkronisasi program pembangunan antarperangkat daerah.
Pelantikan tersebut sekaligus menjadi momentum konsolidasi birokrasi Pemerintah Kabupaten Jeneponto.
Tantangannya jelas: membangun aparatur yang solid, bekerja cepat, disiplin, profesional dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Bagi Aspa Muji, kursi Sekda kini bukan lagi sekadar amanah sementara. Jabatan itu telah menjadi mandat definitif—dengan tuntutan kinerja yang jauh lebih besar. ( Yahya Patta /Buang Supeno).






