Jelang HUT Ke-81 RI, Pohon besar Tumbang di TMP Suropati Batu, Alarm Keselamatan Kota Wisata

1816973_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah pohon berukuran besar di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati, Kota Batu, tiba-tiba tumbang dan menghantam warung di sisi timur kompleks makam, Selasa (4/8/2026).

 

Beruntung tidak ada korban jiwa, namun peristiwa tersebut menjadi alarm penting tentang keselamatan ruang publik di Kota Batu yang dikenal sebagai kota wisata andalan Jawa Timur.

 

Bulan Agustus memang identik dengan musim angin kencang. Pada periode ini, sebagian besar wilayah Indonesia berada pada puncak musim kemarau yang dipengaruhi hembusan Angin Monsun Australia atau angin timuran.

 

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko pohon-pohon tua, lapuk, maupun berakar lemah untuk tumbang apabila tidak dilakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala.

 

Detik-detik pohon tumbang mengejutkan Fitri bersama rekannya, Nungki, yang saat itu tengah beristirahat sambil menikmati minuman di sebuah warung. Mobil bernomor polisi N 1599 HU mereka diparkir di tepi jalan dekat pagar TMP.

 

“Tiba-tiba pohon besar tumbang. Hati saya hampir copot karena posisinya tepat di atas mobil kami. Alhamdulillah masih ada tembok pagar yang menahan sehingga pohon tidak langsung menghantam mobil. Kalau tidak ada tembok itu, saya tidak tahu bagaimana nasib kami,” ungkap Nungki yang masih tampak syok.

 

Selain merusak warung, batang pohon juga menimpa atap Omaha Cafe dan GS Art 2 Biliar milik Ketua POBSI Kota Batu, Gaib Sampurno. 

 

Salah seorang pemilik warung yang terdampak mempertanyakan tanggung jawab pemerintah terhadap kejadian tersebut. 

 

“Kalau masyarakat menebang pohon tanpa izin langsung dikenai sanksi dan diwajibkan mengganti dengan sejumlah pohon. Lalu kalau pohon milik pemerintah roboh menimpa warung atau rumah warga, apakah pemerintah juga mau mengganti kerugian masyarakat?” ujarnya

 

Pernyataan tersebut menjadi refleksi bahwa keselamatan warga harus berjalan beriringan dengan kebijakan pelestarian lingkungan.

 

Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pohon-pohon yang berada di ruang publik tetap terawat, sehat, dan tidak membahayakan masyarakat.

 

Ketua POBSI Kota Batu yang juga Ketua LSM Alab-Alab, Gaib Sampurno, menilai kejadian tersebut harus menjadi momentum evaluasi bagi Pemerintah Kota Batu, khususnya organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi lingkungan hidup.

 

Menurutnya, seluruh pohon besar yang telah berusia tua perlu didata, diperiksa, dan diawasi secara berkala. Jika berdasarkan kajian teknis dinilai membahayakan, maka harus segera dilakukan penanganan atau penebangan agar tidak mengancam keselamatan masyarakat.

 

“Jangan menunggu ada korban jiwa baru bertindak. Pohon yang sudah tua dan berpotensi membahayakan harus segera ditangani sesuai kajian teknis. Sebaliknya, pohon-pohon yang masih sehat dan masih kecil harus dijaga serta dipelihara bersama karena merupakan investasi lingkungan untuk masa depan,” ujar Gaib.

 

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga pohon-pohon yang masih tumbuh dengan baik. Menurutnya, pelestarian lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

 

“Kalau ada pihak yang dengan sengaja merusak atau membuat pohon mati, silakan diproses hukum sesuai peraturan yang berlaku. Pohon adalah aset lingkungan yang harus dilindungi bersama,” tegasnya.

 

Gaib menambahkan, pengawasan terhadap pohon-pohon pelindung menjadi semakin penting mengingat Kota Batu merupakan kota wisata andalan Jawa Timur.

 

Setiap akhir pekan, musim liburan, maupun peringatan hari besar nasional seperti HUT Kemerdekaan RI, jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu terus meningkat. Karena itu, keselamatan masyarakat dan wisatawan harus menjadi prioritas utama.

 

“Pemerintah perlu melakukan inspeksi rutin terhadap pohon-pohon di sepanjang jalan protokol, kawasan wisata, taman kota, hingga ruang-ruang publik lainnya. Jangan sampai citra Kota Batu sebagai kota wisata tercoreng akibat musibah yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini,” katanya.

Sementara itu, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerintah Kota Batu bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat. Petugas langsung menuju lokasi untuk memotong batang dan ranting pohon yang menutup akses jalan serta membersihkan material yang berserakan sehingga arus lalu lintas kembali normal.

 

Respons cepat petugas patut diapresiasi. Namun, langkah yang jauh lebih penting adalah upaya pencegahan. Pemerintah Kota Batu perlu menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi dengan melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi pohon-pohon pelindung di jalan, taman kota, kawasan wisata, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.

 

Langkah mitigasi tersebut menjadi investasi keselamatan bagi masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan wisatawan terhadap Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

 

Peristiwa pohon tumbang di TMP Suropati membuktikan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya soal menanam pohon, tetapi juga memastikan pohon-pohon yang telah tumbuh tetap sehat, aman, dan tidak berubah menjadi ancaman.

 

Semangat menjaga kelestarian alam harus berjalan beriringan dengan komitmen melindungi keselamatan masyarakat, sehingga peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat berlangsung aman, nyaman, dan penuh makna.( Eno).