BISTF 2026 Pecahkan Rekor, Nurochman Bidik Kota Batu Jadi Kiblat Sport Tourism Indonesia
Batu | Serulingmedia.com – Kota Batu kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah olahraga dirgantara bertaraf internasional. Kejuaraan Paragliding Accuracy League Seri III dalam rangka Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 20BISTF 2026 Pecahkan Rekor, Nurochman Bidik Kota Batu Jadi Kiblat Sport Tourism Indonesia26 resmi dibuka Wali Kota Batu, Nurochman, di Landing Paralayang Songgomaruto, Jumat (31/7/2026), dengan mencatat 75 atlet sebagai peserta terbanyak sepanjang rangkaian Indonesia Paragliding Accuracy Championship (IPEC) 2026.
Rekor tersebut menjadi penanda meningkatnya kepercayaan komunitas paralayang nasional dan internasional terhadap Kota Batu sebagai destinasi sport tourism. Atlet-atlet yang bertanding tidak hanya datang dari berbagai provinsi di Indonesia, tetapi juga dari Malaysia. Bahkan, panitia mencatat semula terdapat 85 atlet yang mendaftar. Namun, 10 atlet dari Mongolia dan India membatalkan keikutsertaan akibat kendala transportasi.

Pembukaan kejuaraan berlangsung meriah dan dihadiri Kapolres Batu, jajaran Forkopimda, Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Ketua Pengurus Provinsi FASI Jawa Timur, kepala perangkat daerah, serta ratusan atlet dan ofisial.
Bagi Wali Kota Nurochman, keberhasilan menghadirkan peserta terbanyak bukan sekadar capaian penyelenggaraan. Lebih dari itu, event olahraga internasional menjadi strategi Pemerintah Kota Batu untuk memperkuat identitas daerah sebagai kota wisata berbasis olahraga dan alam.
Ia menegaskan, setiap kejuaraan internasional harus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran atlet, ofisial, dan wisatawan diharapkan menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kejuaraan ini harus terus kita kembangkan. Selain melahirkan atlet, kegiatan ini juga menghadirkan tamu dari berbagai negara sehingga memberikan manfaat bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat,” ujar Nurochman.
Menurutnya, sport tourism merupakan salah satu sektor yang akan terus diperkuat karena mampu menggabungkan prestasi olahraga dengan promosi destinasi wisata secara berkelanjutan.
Optimisme serupa disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto. Ia menyebut capaian 75 peserta menjadi bukti bahwa penyelenggaraan BISTF semakin mendapat tempat di kalender olahraga dirgantara nasional.
“Kalau dilihat dari jumlah peserta dibandingkan tahun lalu memang ada kenaikan. Dibandingkan seri-seri IPEC yang dilaksanakan tahun ini di daerah lain, Kota Batu menjadi yang terbanyak dengan 75 peserta,” kata Onny.
Menurut Onny, peningkatan jumlah peserta menjadi indikator bahwa Kota Batu memiliki daya tarik yang kuat, baik dari sisi kualitas venue maupun pengalaman penyelenggaraan. Pemerintah Kota Batu pun berkomitmen terus meningkatkan fasilitas pendukung agar memenuhi standar internasional.
Perbaikan akan difokuskan pada akses menuju lokasi, area istirahat atlet, hingga jalur mobilitas dari titik pendaratan menuju area lepas landas. Tahun ini panitia juga meningkatkan standar pelayanan dengan mengganti transportasi atlet dari kendaraan roda dua menjadi kendaraan roda empat untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan.
“Kami ingin para atlet tidak hanya memperoleh pengalaman bertanding yang baik, tetapi juga merasakan pelayanan terbaik dari Kota Batu. Karena itu, faktor keselamatan dan kenyamanan menjadi prioritas utama,” ujar Onny.
Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi Paralayang Jawa Timur, Arif Eko Wahyudi, mengingatkan seluruh peserta untuk selalu mengedepankan keselamatan selama kompetisi berlangsung. Ia berharap kejuaraan di Kota Batu mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang akan membawa nama Jawa Timur dan Indonesia ke level internasional.
Dengan rekor jumlah peserta pada penyelenggaraan tahun ini, BISTF 2026 tidak hanya menjadi panggung kompetisi olahraga dirgantara, tetapi juga mempertegas posisi Kota Batu sebagai salah satu destinasi sport tourism paling berkembang di Indonesia, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah melalui industri pariwisata. ( Eno)






