UIN Malang Perkuat Jejaring Global, ICOLESS 2026 Bahas Transformasi Digital dan Hukum Islam

1787494_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan The 9th International Conference on Law, Technology, Spirituality, and Society (ICOLESS) 2026, Rabu-Kamis (29-30/7/2026).

 

Konferensi internasional yang digelar secara hybrid ini merupakan hasil kolaborasi dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

 

Mengusung tema “Digital Transformation and Global Ecosystem: Integration of Islamic Law and Contemporary Studies to Achieve the Sustainable Development Goals”, ICOLESS 2026 mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk mengkaji integrasi hukum Islam dengan perkembangan teknologi, spiritualitas, dan dinamika masyarakat global.

 

Dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., mengatakan transformasi digital menuntut dunia akademik membangun kolaborasi lintas negara agar mampu melahirkan solusi terhadap berbagai persoalan hukum dan sosial kontemporer.

“Tema yang kami angkat adalah transformasi digital dan ekosistem global yang mengintegrasikan hukum Islam dengan studi-studi kontemporer untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kami berharap hasil diskusi dalam konferensi ini dapat memberikan dampak nyata terhadap upaya pencapaian SDGs,” ujar Prof. Umi.

 

Menurutnya, ICOLESS tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi juga wadah untuk meningkatkan reputasi akademik Fakultas Syariah di tingkat internasional melalui penguatan riset dan publikasi ilmiah bereputasi.

 

Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Triyo Supriyatno, Ph.D., dalam keynote speech menegaskan perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak transformasi digital yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

 

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem keilmuan yang adaptif terhadap transformasi digital dan tantangan global. Kolaborasi internasional seperti ICOLESS menjadi bagian penting untuk menghasilkan inovasi, riset berkualitas, serta solusi yang memberi manfaat bagi masyarakat dunia,” tegas Prof. Triyo

ICOLESS 2026 menghadirkan sejumlah akademisi terkemuka, di antaranya Assoc. Prof. Anees Tahir (Bahria University, Pakistan), Prof. Madya Datin Dr. Rafeah Saidon (UiTM Malaysia), Prof. Dr. Zaenul Mahmudi (UIN Malang), Satomi Ogata Nurchasanah (Kyushu International University, Jepang), Prof. Dr. Khoirul Hidayah (UIN Malang), Assoc. Prof. Dr. Mohd. Shahid bin Mohd. Noh (University of Malaya), serta Prof. Madya Dr. Zuliza Mohd. Kusrin (Universiti Kebangsaan Malaysia).

 

Selain menjadi forum ilmiah internasional, konferensi ini juga membuka peluang publikasi artikel peserta pada jurnal bereputasi yang terindeks Scopus.

 

Makalah yang lolos seleksi akan dipresentasikan dalam panel session dengan pendampingan editor-in-chief dan para pakar agar kualitas artikel semakin siap dipublikasikan.

 

Melalui penyelenggaraan ICOLESS 2026, Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya memperkuat jejaring akademik global, meningkatkan kualitas riset, serta memperkokoh posisi UIN Malang sebagai salah satu pusat pengembangan hukum Islam dan studi kontemporer bereputasi internasional.( Eno).