Muh. Anwar Fu’ady, Dosen UIN Malang Raih Doktor UI, Teliti Kunci Ketahanan Keluarga di Era Digital

1710233_11zon

Jakarta | Serulingmedia.com – Di tengah derasnya arus digital yang mengubah pola kehidupan masyarakat, keluarga dituntut semakin tangguh menghadapi berbagai tekanan.

 

Berangkat dari kegelisahan itulah, Muh. Anwar Fu’ady, dosen Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, berhasil meraih gelar doktor pada Program Studi Psikologi Program Doktor Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Senin (13/7/2026).

 

Dalam sidang promosi doktor yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB di Fakultas Psikologi UI, Anwar mempertahankan disertasi berjudul “Resiliensi Keluarga di Era Disrupsi Digital Perspektif Teori Neo Ekologi: Peran Modal Psikologis, Work-Life Balance, dan Pola Komunikasi Keluarga.”

Penelitian tersebut dibimbing oleh Sali Rahadi Asih, M.Psi., MGPCC., Ph.D., Psikolog sebagai promotor dan Dr. Sri Redatin Retno Pudjiati, M.Si., Psikolog sebagai kopromotor.

 

Disertasi itu lahir dari fenomena meningkatnya tantangan yang dihadapi keluarga modern.

 

Perubahan teknologi yang begitu cepat, tekanan pekerjaan, hingga semakin kaburnya batas antara kehidupan profesional dan kehidupan rumah tangga dinilai menjadi persoalan yang memengaruhi ketahanan keluarga.

 

Melalui pendekatan Teori Neo Ekologi, Anwar melakukan dua studi. Penelitian pertama melibatkan istri atau ibu bekerja, sedangkan penelitian kedua menggunakan pendekatan dyadic dengan melibatkan suami dan istri secara bersamaan untuk memahami bagaimana hubungan keduanya memengaruhi resiliensi keluarga.

 

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa modal psikologis yang meliputi harapan, optimisme, efikasi diri, dan resiliensi individu menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang tangguh.

 

Individu dengan modal psikologis yang baik dinilai lebih mampu menghadapi tekanan sekaligus beradaptasi terhadap perubahan.

 

Namun, Anwar menegaskan bahwa kekuatan psikologis semata belum cukup. Modal tersebut harus diwujudkan dalam kemampuan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga (work-life balance).

 

Pada suami, keseimbangan tersebut terbukti menjadi jalur penting dalam memperkuat resiliensi keluarga.

Penelitian itu juga menemukan hubungan timbal balik yang menarik. Keseimbangan hidup yang dimiliki istri ternyata ikut memengaruhi meningkatnya keseimbangan hidup suami.

 

Kondisi tersebut pada akhirnya memperkuat ketahanan keluarga secara keseluruhan.
Selain itu, kualitas komunikasi keluarga menjadi faktor yang tidak kalah penting.

 

Komunikasi yang terbuka, suportif, dan adaptif membantu pasangan mengelola konflik, membagi tekanan, serta menyusun strategi bersama dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

“Ketahanan keluarga tidak boleh dibebankan hanya kepada istri ataupun hanya kepada suami. Keluarga yang tangguh dibangun melalui kerja sama, dukungan psikologis, negosiasi peran, dan komunikasi yang sehat antar pasangan,” ujar Muh. Anwar Fu’ady dalam pemaparannya.

Menurutnya, hasil penelitian tersebut dapat menjadi dasar bagi pengembangan program penguatan keluarga yang lebih komprehensif.

 

Intervensi tidak cukup hanya menyasar individu, tetapi juga perlu melibatkan pasangan sebagai satu sistem relasional melalui penguatan modal psikologis, pelatihan work-life balance, dan peningkatan keterampilan komunikasi keluarga.

Bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, capaian ini menjadi tonggak penting. Muh. Anwar Fu’ady tercatat sebagai dosen Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pertama yang meraih gelar doktor dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Perjalanan akademiknya juga menunjukkan konsistensi di bidang psikologi keluarga. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Psikologi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kemudian melanjutkan Magister Psikologi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sebelum menempuh studi doktor di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Selain mengajar, Anwar aktif melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada ketahanan keluarga serta kesehatan mental keluarga.

 

Keberhasilannya meraih gelar doktor sekaligus menempatkannya sebagai Doktor ke-189 yang diluluskan oleh Program Studi Psikologi Program Doktor Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Pencapaian tersebut tidak hanya menjadi prestasi akademik pribadi, tetapi juga memperkuat kiprah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkontribusi terhadap pengembangan ilmu psikologi, khususnya dalam menjawab tantangan keluarga Indonesia di era disrupsi digital.( Eno).