Kemiskinan Ekstrem Jeneponto Turun Drastis, Butta Turatea Melesat ke Empat Besar Sulsel

1647382_11zon

Jeneponto | Serulingmedia.com – Kabupaten Jeneponto mencatat capaian signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

 

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan ekstrem di daerah berjuluk Butta Turatea itu turun dari 2,51 persen pada Maret 2024 menjadi 1,08 persen pada Maret 2025 atau berkurang 1,43 poin persentase.

 

Penurunan tersebut mengantarkan Jeneponto ke posisi keempat sebagai kabupaten dengan tingkat kemiskinan ekstrem terendah di Sulawesi Selatan.

 

Prestasi ini menjadi lompatan besar mengingat pada tahun sebelumnya Jeneponto masih berada di peringkat ke-18.

Capaian itu dinilai menjadi indikator keberhasilan berbagai kebijakan Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam menekan angka kemiskinan ekstrem melalui program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan akses layanan dasar, hingga penguatan kolaborasi lintas sektor.

Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir, menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha hingga masyarakat.

“Alhamdulillah, capaian ini patut disyukuri. Namun, ini bukan akhir dari perjuangan. Pemerintah Kabupaten Jeneponto akan terus memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat agar warga yang telah keluar dari kategori miskin ekstrem dapat meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan,” ujar Paris Yasir.

Meski mencatat hasil menggembirakan, Pemerintah Kabupaten Jeneponto menegaskan tidak akan berpuas diri.

 

Berbagai tantangan pembangunan masih harus dihadapi, sehingga diperlukan konsistensi pelaksanaan program, pembaruan dan validasi data secara berkelanjutan, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan agar tren penurunan kemiskinan ekstrem dapat terus dipertahankan.

Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi pembangunan daerah. Jeneponto yang selama ini kerap dikaitkan dengan tingginya angka kemiskinan kini mulai menunjukkan transformasi sebagai daerah yang semakin sejahtera, berdaya saing, dan mampu mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakatnya.

Turunnya angka kemiskinan ekstrem sekaligus menjadi modal penting bagi Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam memperkuat agenda pembangunan yang lebih inklusif, sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. ( Eno).